Meja13 adalah situs judi online game capsa susun judi bola Menangqq Agen bandar judi Adu Q

Cerita Sex Sexy Dilumat Meqinya Licin Kali

Merry, 29 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga dgn 2 orang anak 3 dan 5 tahun. Suaminya, Arif, 36 tahun, adalah karyawan dari salah satu perusahaan swasta besar di Bandung. Perawakan Merry sebetulnya biasa saja seperti kebanyakan. Yg membuatnya menarik adalah bentuk tubuhnya yg sangat terawat. Payudaranya tdk terlalu besar, tp enak utk dipandang, sesuai dgn pinggangnya yg ramping dan pinggulnya yg bulat.

LIHAT JUGA  Cerita Sex Keenakan di entot Sampai nggak Sadar

Cerita sex terbaru, Kehidupan rumah tangga mereka sangat harmonis. Dgn 2 anak yg sedang lucu-lucunya, ditambah dgn posisi Arif yg cukup tinggi di perusahaannya, membuat mereka menjadi keluarga yg cukup di hormati di lingkungan kompleks mereka tinggal. Merry pada dasarnya adalah istri yg sangat setia kepada suaminya. Tdk pernah ada niat berkhianat terhadap Arif dlm hati Merry karena dia sangat mencintai suaminya. Tp ada satu peristiwa yg menjadi awal berubahnya cara berpikir Merry tentang cinta..

Suatu siang, Merry sedang mengasuh anaknya di depan rumah. Dikarenakan kedua anaknya waktu itu berlari jauh dari rumah, maka Merry langsung mengejar mereka. Tp tanpa disengaja, kakinya menginjak sesuatu sampai akhirnya Merry terjatuh. Lututnya memar, agak mengeluarkan darah. Merry langsung berjongkok dan meringis menahan sakit. Pada waktu itu, Heru, anak tetangga depan rumah Merry kebetulan lewat mau pulang ke rumahnya. Ketika melihat Merry sedang jongkok sambil meringis memegang lututnya, Heru langsung lari ke arah Merry.

“Kenapa tante?” tanya Heru.
“Aduh, lutut saya luka karena jatuh, Her…” ujar Merry sambil meringis.
“Bantu saya berdiri, Her…” kata Merry.
“Iya tante,” kata Heru sambil memegang tangan Merry dan dibimbingnya bediri.
“Her, tolong bawa anak-anak saya kemari.. Anterin ke rumah saya, ya…” kata Merry.
“Iya tante,” kata Heru sambil segera menghampiri anak-anak Merry.

Cerita mesum hot, Sementara Merry segera pulang ke rumahnya sambil tertatih-tatih. Waktu Heru mengantarkan anak-anak Merry ke rumahnya, Merry sedang duduk di kursi depan sambil memegangi lututnya.

“Ada obat merah tdk, tante?” tanya Heru.
“Ada di dlm, Her,” kata Merry.
“Kita ke dlm saja…” kata Merry lagi sambil bangkit dan tertatih-tatih masuk ke dlm rumah.

Cerita dewasa 2016, Heru dan anak-anaknya mengikuti dari belakang.

“Ma, Donny ngantuk,” kata anaknya kepada Merry.
“Tunggu sebentar ya, Her. Saya mau antar mereka dulu ke kamar. Sudah waktunya anak-anak tidur siang,” kata Merry sambil bangkit dan tertatih-tatih mengantar anak-anaknya ke kamar tidur.

Setelah mengantar mereka tidur, Merry kembali ke tengah rumah.

“Mana obat merahnya, tante?” tanya Heru.
“Di atas sana, Her…” kata Merry sambil menunjuk kotak obat.

Heru segera bangkit dan menuju kotak obat utk mengambil obat merah dan kapas. Tak lama Heru segera kembali dan mulai mengobati lutut Merry.

“Maaf ya, tante.. Saya lancang,” kata Heru.
“Tdk apa-apa kok, Her. Tante senang ada yg menolong,” kata Merry sambil tersenyum.

Heru mulai memegang lutut Merry dan mulai memberikan obat merah pada lukanya.

“Aduh, perih…” kata Merry sambil agak menggerakkan lututnya.

Secara bersamaan rok Merry agak tersingkap sehingga sebagian paha mulusnya nampak di depan mata Heru. Heru terkesiap melihatnya. Tp Heru pura-pura tak melihatnya. Tp tetap saja paha mulus Merry menggoda mata Heru utk melirik walau kadang-kadang. Hati Heru agak berdebar.. Biasanya dia hanya bisa melihat dari kejauhan saja lekuk-lekuk tubuh Merry. Atau kadang-kadang hanya kebetulan saja melihat Merry memakai celana pendek.

Heru biasanya hanya bisa membayangkan saja tubuh Merry sambil onani. Tp kini, di depan mata sendiri, paha mulus Merry sangat jelas terlihat. Merry sepertinya sadar kalau mata Heru sesekali melirik ke arah pahanya. Segera Merry merapikan duduknya dan jg menutup pahanya. Herupun sepertinya terkesima dgn sikap Merry tersebut. Heru menjadi malu sendiri..

“Sudah saya berikan obat merah, tante…” kata Heru.
“Iya, terima kasih,” kata Merry sambil tersenyum.
“Sekarang sudah mulai tdk terasa sakit lagi,” ujar Merry lagi sambil tetap tersenyum.

Heru, 16 tahun, adalah anak tetangga depan rumah Merry. Masih duduk di bangku SMP kelas 3. Seperti kebanyakan anak laki-laki tanggung lainnya, Heru adalah sosok anak laki-laki yg sudah mulai mengalami masa puber.

“Kenapa kamu nunduk terus, Her?” tanya Merry.
“Tdk apa-apa, tante…” ujar Heru sambil sekilas menatap mata Merry lalu menunduk lagi sambil tersenyum malu.
“Ayo, ada apa?” tanya Merry lagi sambil tersenyum.
“Anu, tante.. Maaf, mungkin tadi sempat marah karena tadi saya sempat melihat secara tdk sengaja…” kata Heru sambil tetap menunduk.
“Lihat apa?” tanya Merry pura-pura tdk mengerti.
“Lihat.. Mm.. Lihat ini tante,” kata Heru sambil tangannya mengusap-ngusap pahanya sendiri.

Merry tersenyum mendengarnya.

“Tdk apa-apa kok, Her,” kata Merry.
“Kan hanya melihat.. Bukan memegang,” kata Merry lagi sambil tetap tersenyum.
“Lagian, saya tdk keberatan kok kamu melihat paha tante tadi,” kata Merry lagi sambil tetap tersenyum.
“Kamu kan tadi sedang menolong saya memberikan obat,” kata Merry.
“Benar tante tdk marah?” tanya Heru sambil menatap Merry.

Merry menggelengkan kepalanya sambil tetap tersenyum. Herupun jadi ikut tersenyum.

“Tante sangat cantik kalau tersenyum,” kata Heru mulai berani.
“Ihh, kamu tuh masih kecil sudah pintar merayu…” kata Merry.
“Saya berkata jujur loh, tante,” kata Heru lagi.
“Kamu sudah makan, Her?” tanya Merry.
“Belum tante. Saya pulang dari rumah teman tadi belum makan,” kata Heru.
“Makan disini saja, ya.. Temani saya makan siang,” ajak Merry.
“Baik tante, terima kasih,” kata Heru.

Mereka menikmati makan siang di meja makan bulat kecil. Ketika sedang menikmati makan, tanpa sengaja kaki Heru menyentuk kaki Merry. Heru kaget, lalu segera menarik kakinya.

“Maaf tante, saya tdk sengaja,” kata Heru.
“Tdk apa-apa kok, Her…” kata Merry sambil matanya nenatap Heru dgn pandangan yg berbeda.

Ketika kaki Heru menyentuh kakinya, seperti terasa ada sesuatu yg berdesir dari kaki yg tersentuh sampai ke hati. Merry merasakan sesuatu yg lain akan kejadian tak sengaja itu.. Tiba-tiba Merry merasakan ada sesuatu keinginan tertentu muncul yg membuat perasaannya tdk menentu. Sentuhan kaki Heru terasa begitu hangat dan membangkitkan suatu perasaan aneh..

“Kamu sudah punya pacar, Her?” tanya Merry sambil menatap Heru.
“Belum tante,” kata Heru sambil tersenyum.
“Lagian saya tdk tahu caranya mendapatkan perempuan,” ujar Heru lagi sambil tetap tersenyum. Merrypun ikut tersenyum.
“Pernah tdk kamu punya keinginan tertentu terhadap perempuan?” tanya Merry lagi.
“Keinginan apa tante?” tanya Heru. Merry tersenyum.
“Kita habiskan dulu makannya. Nanti kita bicara…” kata Merry.

Selesai makan, mereka duduk-duduk di ruang tengah.

“Kamu ada sesuatu yg harus diselesaikan di rumah tdk saat ini?” tanya Merry.
“Tdk ada, tante,” kata Heru.
“Tadi tante mau tanya apa?” kata Heru penasaran.
“Begini, apakah kamu suka kepada wanita tertentu? Maksud saya suka kepada tubuh wanita?” tanya Merry.
“Kita bicara jujur saja, ya.. Saya tdk akan bicara pada siapa-siapa kok,” kata Merry lagi.
“Kamu jg mau kan jaga rahasia pembicaraan kita?” kata Merry lagi.
“Iya, tante,” kata Heru.
“Kalau begitu jawablah pertanyaan tante tadi…” kata Merry sambil tersenyum.
“Ya, saya suka melihat perempuan yg tubuhnya bagus. Saya jg suka tante karena tante cantik dan tubuhnya bagus,” kata Heru tanpa ragu.

“Maksudnya tubuh bagus apa,” tanya Merry lagi. Heru agak ragu utk menjawab.
“Ayolah…” kata Merry sambil memegang tangan Heru. Tangan Heru bergetar.. Merry tersenyum.
“Mm.. Saya pernah.. Pernah lihat majalah Playboy, jg.. Jg.. Jg saya pernah lihat VCD porno.. Mm.. Mm.. Saya lihat banyak perempuan tubuhnya bagus…” kata Heru dgn nafas tersendat.
“Oh, ya? Di VCD itu kamu lihat apa saja,” kata Merry pura-pura tdk tahu, sambil terus menggenggam tangan Heru yg terus gemetar.
“Mm.. Lihat orang sedang begituan…” kata Heru.
“Begituan apa?” tanya Merry lagi.
“Ya, lihat orang sedang bersetubuh…” kata Heru.

Merry kembali tersenyum, tp dgn nafas yg agak memburu menahan sesuatu di dadanya.

“Kamu suka tdk film begitu?” tanya Merry.
“Iya suka, tante?” kata Heru sambil menunduk.
“Mau coba seperti di film, tdk?” kata Merry.

Heru diam sambil tetap menunduk. Tangannya makin gemetar. Merry mendekatkan tubuhnya ke tubuh Heru. Wajahnya di dekatkan ke wajah Heru.

“Mau tdk?” tanya Merry setengah berbisik.

Heru tetap diam dan gemetar. Wajahnya agak tertunduk. Merry membelai pipi anak tanggung tersebut. Lalu diciumnya pipi Heru. Heru tetap diam dan makin gemetar. Merry terus menciumi wajah Heru, lalu akhirnya dilumatnya bibir Heru.. Lama-lama Herupun mulai terangsang nafsunya. Dgn pasti dibalasnya ciuman Merry.

“Masukkan tangan kamu ke sini…” kata Merry dgn nafas memburu sambil memegang tangan Heru dan mengarahkannya ke dlm baju Merry.
“Masukkan tangan kamu ke dlm BH saya, Her.. Pegang payudara saya,” kata Merry sambil tangannya meremas penis Heru dari luar celana.

Sementara tangan Heru sudah masuk ke dlm BH Merry dan mulai meremas-remas payudara Merry.

“Mmhh.. Terus sayang…” kata Merry.
“Tangan saya pegal, tante…” kata Heru polos.
“Uhh.. Kita pindah ke kamar, yuk…” ajak Merry sambil menarik tangan Heru. Sesampainya di dlm kamar..
“Buka pakaian kamu, Her…” ujar Merrypun melepas seluruh pakaiannya sendiri.
“Iya, tante…” kata Heru.

Merry setelah melepas seluruh pakaiannya, segera naik dan telentang di tempat tidur. Heru terkesima melihat tubuh telanjang Merry. Seumur-umur Heru, baru kali ini dia melihat tubuh telanjang wanita di depan mata. Apalagi wanita tersebut adalah wanita yg sering di bayangkannya bila onani. Penis Heru langsung tegang dan tegak..

“Naik sini, Her…” kata Merry.
“Iya, tante…” kata Heru.
“Sini naik ke atas tubuh saya…” kata Merry sambil mengangkangkan pahanya.

Heru segera menaiki tubuh telanjang Merry. Merry langsung melumat bibir Heru dan Herupun langsung membalasnyanya dgn hebat. Sementara satu tangan Heru meremas payudara Merry yg tdk terlalu besar. Sementara penis Heru sesekali mengenai belahan meqi Merry.

“Ohh.. Mmhh.. Terus remas.. Terus…” desah Merry sambil memegang tangan Heru yg sedang meremas payudaranya, dan tangan mereka bersamaan meremas payudaranya.
“Ohh.. Sshh…” kata Merry. Herupun dgn bernafsu terus meremas dan menciumi serta menjilati payudara Merry.
“Her, jilati meqi ya, sayang…” pinta Merry.
“Tp saya tdk tahu caranya, tante,” kata Heru polos.

“Sekarang dekatkan saja wajah kamu ke meqi, lalu kamu jilati belahannya…” kata Merry setengah memaksa dgn menekan kepala Heru ke arah meqinya.

Heru langsung menuruti permintaan Merry. Dijilatinya belahan meqi Merry sampai tubuh Merry mengejang menahan nikmat.

“Ohh.. Mm.. Ohh.. Terus jilat, sayang…” desah Merry sambil meremas kepala Heru.
“Her, kamu jilati bagian atas sini…” kata Merry sambil jarinya mengelus kelentitnya.

Lalu lidah Heru menjilati habis kelentit Merry.. Merry kembali menggelepar merasakan nikmat yg teramat sangat.

“Teruss.. Sshh.. Ohh…” desah Merry sambil badannya semakin mengejang.

Pahanya rapat menjepit kepala Heru. Sementara tangannya semakin menekan kepala Heru ke meqinya. Tak lama..

“Ohh…” desah Merry panjang. Merry orgasme.
“Sudah, Her.. Naik sini,” kata Merry.

Heru lalu menaiki tubuh Merry. Merry lalu mengelap mulut Heru yg basah oleh cairan meqinya. Merry tersenyum, lalu mengecup bibir Heru.

“Mau tdk penis kamu saya hisap,” kata Merry.
“Mau tante,” kata Heru bersemangat.
“Bangkitlah.. Sinikan penis kamu,” kata Merry sambil tangannya meraih penis Heru yg tegang dan tegak.

Heru lalu mengangkangi wajah Merry. Merry segera mengulum penis Heru. Tdk hanya itu, penis Heru lalu dijilat, dihisap, lalu dikocoknya silih berganti. Heru tubuhnya mengejang menahan rasa nikmat yg teramat sangat. Tangannya berpegangan pada pinggiran ranjang.

“Ohh.. Tantee.. Enaakk…” jerit kecil Heru sambil memompa penisnya di mulut Merry.
“Masukkin ke meqi, sayang…” kata Merry setelah dia beberapa lama menghisap penis Heru.

Heru lalu mengangkangi Merry. Sementara tangan Merry memegang dan membimbing penis Heru ke lubang meqinya.

“Ayo tekan sedikit, sayang…” kata Merry.

Heru berusaha menekan penisnya ke lubang meqi Merry sampai akhirnya.. Bless.. Bless.. Bless.. Penis Heru berhasil masuk dan mulai memompa meqi Merry. Heru merasakan suatu kenikmatan yg tiada tara pada batang penisnya.

“Bagaimana rasanya, Her?” tanya Merry sambil tersenyum dan menggoyang pantatnya.
“Ohh.. Sangat enakk, tanttee…” kata Heru tersendat sambil memompa penisnya keluar masuk meqi Merry.

Merry tersenyum.. Setelah beberapa lama memompa penisnya, tiba-tiba tubuh Heru mengejang. Gerakannya makin cepat. Merry karena sudah mengerti langsung meremas pantat Heru dan menekankannya ke meqinya. Tak lama.. Crott.. Croott.. Croott.. Croott..

“Ohh.. Hohh…” desah Heru. Tubuhnya lemas dan lunglai di atas tubuh Merry.
“Udah keluar? Bagaimana rasanya?” tanya tante Merry sambil memeluk Heru.
“Sangat enak, tante…” kata Heru.

LIHAT JUGA  Cerita Sex Memuaskan Gairah Mesum Teman Lama

Itulah pengalaman nyata dari Merry yg saya paparkan sesuai dgn aslinya ditambah sedikit reka-reka sensual dari saya. Menurut Merry, kejadian ini baru berjalan mulai 2 bulan yg lalu. Sampai saat ini mereka masih sering melakukan persetubuhan di rumah Merry setiap ada kesempatan. Menurutnya lagi, dlm satu hari/sepanjang siang, mereka biasanya bisa melakukan 2 kali persetubuhan, mungkin karena Heru masih muda. Perlu dijelaskan bahwa menurut Merry, cintanya pada Arif tdk pernah berubah. Kejadian itu bermula tanpa ada niat dan keinginan. Terjadi begitu saja.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published.