Meja13 adalah situs judi online game capsa susun judi bola Menangqq Agen bandar judi Adu Q

Cerita Sex: Resepsionis Ketagihan Ngesex

Majalah Lendir –  Perusahaan kami bergerak di bidang percetakan kertas / Offset digital printing melayani jg eksport maupun Import, ouuw iya aku bagian desainer. -cerita sex terbaru- Kita berdua memang menjabat sebagai staff kantor. Sebenarnya dikantorku banyak jg pegawai wanita dan rata – rata mereka semua sdh berkeluarga, banyak jg yg deket sama aku selain si Tyas ini. Aku jg dekat dgn 2 marketingku yg bernama Dewi dan Desi.

Sama seperti yg lain mereka jg memiliki suami bedanya Mbak Dewi sampai saat ini belum diberi anak oleh yg maha kuasa. Katanya saat dia curhat ma aku suaminya mandul, dan dia ingin setia atau mengabdi sepenuhnya kepada suaminya. Sehingga aku dianggap anak oleh Mbak Dewi ini, tentunya aku tak menceritakan mereka. Mungkin lain waktu aku berbagi pengalaman tentang kedua marketingku ini kepada kalian, lanjut saja ke topik kita.

Alkisah, saat ini kantorku mengadakan seminar untuk memajukan perusahaan atau bisa disebut dgn TQ. Kebetulan aku dan Mbak Tyas tak terpilih pada tahap gelombang pertama, sehingga hari ini kantor sangat sepi dibagian depan aja cuma tinggal aku dan Mbak Tyas, Bos ku memilih aku untuk masukgelombang 2 dikarenakan kerjaan masih banyak dan tak memungkinkan untuk aku hadir mengikuti seminar. Begitu jg Nbak Tyas dia harus tunggu kantor, barangkali ada telepon masuk.

Pagi itu aku megawali hari seperti biasa, berjalan dulu menuju dapur niatnya sih mau membuat kopi dan ternyata disana sdh ada Mbak Tyas dgn kaos hitam lengan panjang dan celana kain ketat. Pemandangan seksi tubuhnya ini mengalihkan kedua mataku. Kalau celana ketat sih tiap hari ia memakainya, tp kalau kaos hitam ini baru pertama kali aku melihat.

“Pagi Mbak Tyas, Wuidihhh tampak Seger nih wajahnya tampaknya lagi seneng yah dari tadi senyum – senyum mullu” Kubuka obrolan dipagi ini.
“Hay Jo, Senenglah kantor sepi gini jadi bebas mau ngapain aja, ouw iya tarr siang makan ditempate temenku yuk, soale temenku launching rumah makan nidh, gimana mau kan…???” Dgn senyumnya yg khas ia mengucap salam kepadaku.
“Boleh tu, yaUdah Johan balik keruanganku yah Mbak, tarr samperin aja kalau dah istirahat”
“Okeee Jo” Sambil mencolek bokongku.
“Ich genit” Kucolek jg toket kirinya.

Sambil kubawa kopi kedalam ruangan dan kunyalakan kedua komputerku, dia pun jg menuju ruangannya. Memang bener – bener sepi kantor ini lain halnya dibelakang kalau dibelakang masih banyak pekerja yg melakukan rutinitas biasanya. Cuma bagian staff saja yg keliatan sepi cuma ada 4 orang doang 2 lainnya diatas.

Pukul 09.00 Mbak Tyas masuk keruanganku membawakan kue dan beberapa oleh – oleh yg katanya dari Ungaran, Tahu bakso dan Mendoan. Kamipun berdua menyantapnya dimeja ruanganku sambil ngobrol – ngobrol. Uniknya lagi ia membahas pengalaman bercinta kita dulu yg telah berlalu lebih dari 2 bulan. Tampaknya ia merasa horny dgn situasi kantor yg sepi.

Sama halnya diriku aku hanya mampu menikmati keindahan bodynya dibalik kain yg menutupinya, sangat semok memang Mbak Tyas ini walau dah berkepala 2. Kemudian ia duduk merapat disamping kananku tampaknya ia sdh tak mampu lagi membendung nafsunya ini. Sesekali ia mencium pipiku bahkan turun ke leherku aku hanya tak bergerak karena aku bingung harus melakukan apa. Tangannya terus saja mengelus elus paha dan selangkanganku. Penisku pun sdh tegang, mengetahui hal itu dia melepaskan resleting celanaku dan seketika aku kaya tersadar dan kuhentikan tangannya dan kubisikan ditelinganya suara lirih

“Mbak Tyas jangan disini, aku takut kalau Pak Mul dan Pak Budi masuk keruanganku” Ucapku ragu akan situasinya Jujur aku memang takut melakukan hal ini di ruanganku sendiri.
“Bener jg kamu Von, eeuumt kita ngentot diruangan senam aja yuk, dah sange nich tolong puasin aku ya Johan” Pintanya memelas.

Saat itu kukecup keningnya dan bergegas kuambil kunci duplikat ruangan senam. Memang aku dipercaya membawa kunci – kunci kantor.

Setelah aku ambil dia menyusun rencana dan oke kini aku berjalan terlebih dahulu menuju ruang senam, aku buka pintunya dan aku mengambil tempat disalah satu ruang ganti peserta dimana terdapat sofa empuk panjang dan kusemproti dulu ruanganku ini. Setelah keadaan dirasa aman aku sms dia dan aku menunggu dibawah dibelakang pintu. Tak selang beberapa lama setelah aku sms barusan ia datang dgn sangat berhati – hati takutnya ada yg tahu saat ia berjalan kebelakang.

“Hay dah lama menunggunya” Tangannya mengelus – elus penisku.
“Enggak kok Mbak, gimana aman… ???”
“Aman dah pokoknya, yuk sayang keburu siang, aku ingin berlama – lama dgnmu”

Masuklah kami menuju atas dimana tempat ini hanyalah ruangan lebar seperti auditorium untuk senam karyawan, saat itu ia terus mencumbu bibirku dan aku terus meremas – remas kedua toketnya. Kutuntun ia menuju kamar ganti yg ada sofanya kududukkan dia dan terus kuserang bibir dan lehernya dgn cumbuan dari bibirku. Tampak dia malah membuka celananya kini aku liat celana dalam pink, kukorek korek selangkangannya dan dia sangat menyukainya. Mulutku terus melumat bibirnya kemudian aku merasa lembab pada jariku, begitu aku lihat ternyata nonoknya sdh berlendir tanda dia sangat bergairah.

LIHAT JUGA  Cerita Sex Bukan Karena Nafsu, Tapi Karena Cinta

Kulepaskan celana dalamnya dan terlihat benang lendir tipis mengikuti celdam yg aku tarik kebawah, dia sangat horny lendirnya keluar banyak dan kental. Aku duduk jongkok dihadapnya wajah menghadap langsung ke nonoknya, dgn nafsu kujilat selangkangannya yg membuat ia kehilangan kendali.

“Uuuhhhh Johaannnn Enak banget” ia menyukai kegiatan ini.

Kepalaku ditekannya kuat – kuat, kinin jilatanku menuju titik rangsangannya itil dan lubang nonoknya kujilat habis yg membuat ia bergerak menggelinjang keenakan.

”Aasshhh sayang.. Uucchhhhh” desahannya lirih saat perutnya menegang dan dibarengi cairan orgasmenya,
“Aassshhhhh Joooo Aku klimaks nich” benar saja nonoknya semakin deras mengalirkan lendir yg asin ini.

Kujilati sekitar nonoknya kubersihkan cairan orgamenya sofa yg ia duduki kini telah basah terkena dampak dahsyatnya nonok Mbak Tyas.

Nonok Mbak Tyas memang terlihat item dan tembem,tp lubangnya jg masiih seret dan saat kubuka menggunakan jari terlihat merah ketuaan daleman nonoknya. Celanaku kini dilepas oleh Mbak Tyas dan ditodonglah wajahnya menggunakan penisku.

“Hayy rudal kenikmatan, kali ini puasin tubuhku yaah” Guraunya saat ia memainkan penisku.

Dibukanya mulutnya dan dia tuntun untuk masuk kedalam mulutnya,

“UuuCChhhhh Mantab Mbak” rasanya geli bercampur hangat saat penisku menerobos rongga mulutnya, bahkan sampai mentok menyentuh rongga tenggorokannya.

Dikocoknya penisku melalui bibir mungilnya sesekali ia melirik kearah wajahku, wajah yg seksi tak hanya batangku saja yg diemut buah zakar pun tak luput dari perlakuan manja mulutnya. Geli nikmat dan hangat, aku hanya terdiam merasakan sensasi ini, 5 menit ia mengulum penisku kini giliran nonoknya kurogol pakai penisku ini. Kududukkan dia disofa dan ia mengangkangkan kakinya aku berjongkok dgn dengkul sebagai tumpuanku. Kuarahkan penisku kehadapan nonok basah Mbak Tyas, dgn hentakan dari pinggulku masuklah penisku didalam nonoknya

“Asssshhh Jooo, Mantab Jooo, Keras Jooo… keras” dia kian meracau saat penisku kubiarkan diam didalam nonoknya.

Ototnya mulai mengempot penisku, dgn buas ia mengulum bibirku dan tubuhnya digoyangkan sendiri. Aku yg merasa kasihan kini kugoyangkan pinggulku kuentot nonoknya terdengar suara

“ Plookk…plook.. plookk” saat perutku bertemu pangkal perutnya, mungkin jg karena nonoknya yg kian banjir.

Kulihat penisku sendiri terdapat bercak lendir yg kian mengental karena gerakan maju mundur lebih seperti gumpalan tepung basah gitu, inilah penampakan yg terlihat di batang penisku. Aku pun bangkit agak mendoyong dgn posisi ini penisku masuk semua kedalam nonoknya hingga aku merasa ujung penisku menyentuh seperti daging kecil atau apalah.

“Naaahhhh gitu Joooo terusss aaassshhh enaaak, MMMMPPPHHHH” dia terus mendesah saat genjotanku semakin keras.

Kemudian aku hentikan goyanganku karena aku merasa ada cairan yeng menyemprot terasa hangat sekali di penisku. Kuhentikan genjotanku dan kucabut perlahan ternyata ia orgasme lagi dan kini frekuensinya semakin banyak.

Kuraih tissue yg berada diatasku, kulap semua diarea selangkang, tak lupa kulap jg batang penisku dgn tissue, tampaknya ia tak mau mengakhiri ini begitu cepat, dia mengambil posisi tidur terlentang. Kuterobos lagi nonok yg sdh tercetak lobang dari penisku,

“ZZleeebbbb” dgn gampang aku menembus lagi nonoknya.

Seperti diperah rasanya saat aku mengentot nonok Mbak Tyas, Kedua tanganku menumpu badanku dan kulihat tajam wajah Mbak Tyas dan ia jg melihat wajahku, pinggul terus menggenjot nonoknya.

“Johan, kamu gak nyesel kan bsersetubuh dgnku”
“Kenapa harus nyesel mbak, enak kok” Aku terus menggenjotnya.
“Asshh… aaachhh, enak banget penismu Jo”
“Nonok Mbak jg Mengempot banget, puas aku siang ini” Kita ngentot sambil ngobrol.
“Jo, kali ini keluarkan saja sperma didalam nonokku, biar kamu tambah puas”
“Iya mbak” berhenti ngobrol dan kucumbu lagi bibir dan lehernya.

LIHAT JUGA  Cerita Sex Antara Segan Dan Sange

Sambil bercumbu aku tingkatkan frekuensi genjotanku ke nonoknya, membuat ia kembali menggelinjang “Asshh sayang cepet.. aasshhhh…” dia orgasme lagi dan tak kuhiraukan semua itu terlihat jg cairan nonoknya mengalir kental putih sesekali kucolek pakai jari dan kumainkan lendir nonoknya. Kujilat jg lendir asin itu, semakin kupercepat genjotanku semakin aku tak mampu menahan gejolak sperma yg ingin keluar ini,

“Asshhh Mbaakkk, mmmmppphhhhh… Creeet.. creeettt” kutahan sebentar didalam nonoknya dia pun terlihat lemas tak bergerak.
“Mantab kan Jo” Posisinya masih tertancap didalam nonok.
“Acchhh lega Mbak” Kembali kugoyangkan pelan.
“Sini cium aku”

Kucabut penisku dan mengalirlah semua cairan kita disofa ini pun mulai basah oleh cairan senggama kita, kita mulai membersihkan diri kita masuk kamar mandi pun bareng, kita basah – basahan berdua kulihat nonoknya Mbak Tyas terlihat menganga akibat tembakan penisku, dalam kamar mandi pun ia terus mengulum penisku ampe ejakulasi lagi haddeech bener – bener deh binal banget Mbak Tyas ini.

Kami selesai berberes-beres dan tubuh kita mulai kembali wangi, kini saatnya kembali keruanganku dan Mbak Tyas pun kembali melukakan kewajibannya. Dgn rasa ceria, berbahagia aku dan dia kembali kedepan, dan sebentar lagi jam istirahat. Aku jg udah janji mau temenin dia ketempat temannya launching rumah usahanya.