Meja13 adalah situs judi online game capsa susun judi bola Menangqq Agen bandar judi Adu Q

Cerita Sex Petualangan Cewek Maniak Seks

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum Terbaru  – Cerita Sex Petualangan Cewek Maniak Seks – namaku Yahya (samaran), 24 tahun. Aku kini hampir setahun bekerja di sebuah biro iklan tak lama setelah lulus kuliah. Dilihat secara fisik aku terbilang cantik dan sexy, setidaknya begitulah yang dikatakan orang-orang.

Cewek Maniak

Tinggi tubuhku 169 cm dengan kulit putih mulus dan membentuk lekukan indah. Rambutku hitam panjang sedada dan mata yang bulat. Oke kukira cukup perkenalan diriku, kalau kebanyakan ntar dibilang narsis lagi hehehe.Karena saya suka membaca cerita dewasa di website majalahlendir.com ternyata banyak juga yang share ceritanya,walaupun ceritanya di publikasikan tp yang saya tahu rahasia mereka tetap aman di tangan admin majalahlendir.com dari situ saya tergugah untuk menceritakan Kisah sex saya. Kisah ini terjadi ketika seorang sahabatku, Mira, akan berangkat keluar kota menyusul suaminya ke kota G tempo hari, ia telah memintaku sekali-kali untuk menengok keadaan rumahnya selama ia tidak di rumah. Rumah mereka hanya ditinggali seorang anak asuh mereka, Dodi  yang usianya baru akan beranjak 17 tahun.
Ia bertubuh kurus dan berkulit hitam, mereka baru sekitar 1 tahunan mengadopsinya. Tak banyak yang kutahu mengenai anak itu. Setahun belakangan semenjak Mira menikah aku jarang mampir ke rumah mereka hanya sempat kadang telepon-teleponan dengannya. Mira juga mempergunakan jasa pembantu bik Nah, orangnya sudah tua namun hari ini ia minta izin untuk pulang mudik selama 1 minggu. Kebetulan hari sudah agak malam saat aku mampir, Dodi  yang membukakan aku pintu, kulihat ia senang sekali melihatku datang.
“Dod, Bik Nah udah berangkat ya?” tanyaku
“Iya kak, tadi pagi-pagi sekali…Kak, Kakak nginap di sini,kan?”
“Ngga Dod, kakak hanya sebentar. Habis nengok Kak Mira kakak langsung pulang”
“Nginep aja kak, temani Dodi. Soalnya Dodi  takut tinggal sendirian di rumah”
Aku menimbang permintaan Dodi, mungkin ada baiknya aku nginap di sini. Walau bagaimanapun Dodi  masih anak-anak berbahaya baginya tinggal sendirian saat ini.
“Baik, kakak nginap malam ini”
“nah gitu, sekarang Dodi  buatin kakak minum dulu ya”
Dodi menghilang ke dapur, tak lama ia kembali dengan segelas air jeruk hangat. Tak menunggu lama kuhabiskan sebab aku memang haus dan penat.
“kakak tidur di kamar kak Mira saja ya. Air hangat juga ada di kamar mandi”
Aku tersenyum geli mendengar ucapan anak itu, tentunya Mira mendidik ia agar bisa mandiri dan bertanggung jawab.
“makasih Dod, kakak mau mandi dan mungkin langsung tidur. Kamu sudah periksa semua kunci pintu keluar kan?”
“Sudah semua Kak”
Semua lampu pada semua ruangan segera dimatikan Dodi. Aku segera membuang kepenatanku dengan mandi air hangat di bawah siraman shower. Selesai mandi rasa haus masih mengangguku hingga aku bergegas ke dapur untuk mengambil minum. Tanpa menghidupkan lampu aku mampu melihat arah menuju ke dapur. Saat melewati kamar di lantai bawah, aku tercekat…kudengar suara nafas yang agak memburu dan desah tertahan…dan semakin jelas ketika aku mendekat, kulihat pintu kamar tidak tertutup rapat dan ada sedikit celah yang memungkinkan aku bisa melihat isi kamar dari pantulan cermin yang terletak berserangan dengan letak pintu, dan kini aku yang terhenyak.
Dari pantulan cermin kulihat Dodi, telentang di atas ranjang telanjang dan tangannya sedang menggenggam kemaluannya, bergerak teratur naik turun, tentu saja aku tahu kalau anak itu sedang bermasturbasi. Aku pernah membaca suatu artikel bahwah Remaja seusia Dodi sedang memasuki masa puber.
Mereka mulai tertarik dan menyukai lawan jenisnya. Remaja seusia itu sedang berkembang organ reproduktif. Angan-angan dan fantasi seks membawa mereka untuk melakukan masturbasi. Namun yang membuatku terpana adalah ukuran kemaluan anak itu…, sangat besar dan panjang…bahkan terlalu besar untuk ukuran anak seusianya. Aku pernah melihat kemaluan pria dewasa pada sebuah situs X di internet, kubandingkan dengan milik Dodi  ternyata ukurannya nyaris sama besarnya! Sekilas terlihat kalau genggaman tangan anak itu sama sekali tak menutupi kepala kemaluannya yang tampak merah dan belum disunat.
Dodi masih mendesah perlahan dan tiba tiba ia mempercepat gerakan tangannya lalau tubuhnya mengejang dan dari lubang pipis kepala kemaluannya keluar dengan semprotan yang cukup keras melambung keudara dan cairan itu mendarat didadanya, beberapa kali kepala kemaluan itu Nampak menyemprotkan cairan dan akhirnya dengan lesu tangan pemuda berusia 16 tahun itu mengendur dan menggapai tissue di meja sisi ranjang.
Suatu perasaan ‘menggelitik’ mulai menerpaku turun ke ke bawah ke antara kedua kakiku…aku tahu kalau kemaluanku mulai melembab menyaksikan pemandangan itu. Aku baru menyadari kalau celana dalamku ternyata sangat basah. Aku yang sempat terpana segera sadar dan cepat cepat menuju ke kamarku, kalau saja sampai terlihat, aku… menonton ia bermasturbasi wah.
Malam itu aku tertidur cepat, rasanya kepalaku begitu berat dan ngantuk. Tidak biasanya aku seperti ini, terkadang aku masih betah berjam-jam di depan TV saat pulang kerja.
Begitu ngantuknya aku hingga lupa mengunci pintu kamarku. Kasur Mira yang empuk mempercepat perjalananku ke alam mimpi. Lama setelah terlelap sampai aku dihinggapi sebuah mimpi. Aku merasakan sesuatu terjadi pada diriku, diawali muncul rasa geli yang aneh pada selangkanganku. semakin lama yang kurasakan geli itu berangsur menjadi rasa nikmat yang dasyat yang belum pernah kurasakan selama ini. Kini rasa nikmat itu semakin tak tertahankan menjalar ke sekujur tubuhku.
Sampai akhirnya aku terjaga mulanya bingung rasa nikmat tadi masih terasa bahkan lebih menyengat, sesaat aku sadar. tapi belum sempat aku bereaksi, aku menjerit kaget, ketika tahu-tahu, Aku mendapati Dodi  berada di antara sela-sela kedua paha putih mulusku. Wajahnya terbenam berada tepat di hadapan selangkanganku. Tanpa harus melepas terlebih dahulu cukup dengan jarinya Dodi  menyingkap kesamping celana dalam yang tipisku. ia begitu asyik melumat kewanitaanku. lidahnya menjilati setiap jengkal daging kemaluanku yang mulai basah bagai seekor induk kucing memandikan anaknya.
“diii..apa yang sudah kamu lakukan pada kak Yaya…ouhhhh?”
Anak itu tak menghiraukan pertanyaanku ia tetap asyik dengan kelakuan cabulnya.
Percuma saja aku berusaha untuk merapatkan pahaku, percuma aku mencoba mendorong kepalanya dan terlambat, bibir mulutnya telah menguasai bibir daging kemaluanku secara total, yang kurasakan kini sensasi gatal nikmat yang menggila.
Ouuggggggh!!!
Ada yang tak kumengerti aku Aku tak kuasa menolak keinginan Dodi  dan membiarkan diriku ia jamahi. Mataku terpejam tak sanggup menahan malu, selama ini belum pernah ada laki laki yang berani menjamahku karena aku sangat galak menjaganya, tapi kali ini aku tak berdaya menolak seorang bocah dibawah umur berusaha mencabuliku. Tubuhku mengelinjang gelinjang menahan birahi karena cumbuan Dodi  kini berpindah ke dadaku, secara bergantian Dodi  menghisap hisap kedua puting susuku yang kenyal itu bagaikan bayi yang kehausan.
“oohh… oohhhh… ooohhhhhh”suara rintihanku tak dapat lagi kutahan. anak ini benar benar pintar merangsangku.
Kemaluanku mulai terasa basah dibuatnya. Perlahan kurasakan Dodi  celana dalamku diplorotkannya kebawah, tak lama menyusul lepas sehingga tubuhku yang indah sudah tak tertutup selembar benangpun. Aku mengeluh pasrah ketika Dodi  mendorongku hingga rebah terlentang diatas kasur. Aku berusaha merapatkan kedua kakiku agar kepala Dodi  menjauh dari celah intimku. Namun semuanya percuma.
Dodi berhasil membenamkan wajahnya pada selangkanganku, lidahnya menemukan apa yang ia cari dan inginkan dengan penuh ketelatenan dia melahap dan menghisap hisap vaginaku yang sudah basah itu, lidahnya dengan liar menjilati dinding vagina dan klitorisku. Rasa geli dan sengatan birahi membuatku semakin tak mampu menahan laju gairah Dodi. Aku terpekik pekik kecil dibuatnya, anak ini benar benar sudah sangat berpengalaman.
Perlakuannya sungguh membuat diriku serasa terbang, tubuhku menggelinjang-gelinjang geli diiringi erangan nikmat. Sampai akhirnya kurasakan otot vaginaku mengejang dahsyat,
“ouuughhhh!!!!…diiiiiiiiii” pekikku tak kuasa menahan rasa geli dan nikmat yang ditimbulkan jilatan-jilatan lidahnya.
Inikah yang disebut orgasme? Begitu dasyat kenikmatan yang kurasakan. Dan aku memperoleh orgasme pertamaku dari seorang anak kecil di bawah umur yang sedang mencabuliku. Saat itu kurasakan seluruh tubuhku menggeletar, pandanganku nanar, serasa jiwaku melayang tinggi, ragaku serasa terendam ke dalam samudera kenikmatan ragawi yang tak bertepi.
Kesadaranku seperti hilang, yang kulihat hanya warna putih yang berpendar di mataku lalu menjadi kabur. Entah berapa lama aku tak sadar. Lalu perlahan-lahan bisa kurasakan kesadaranku telah hampir sepenuhnya pulih. Kurasakan lidah itu masih saja bekerja menjilati dan menjalari seluruh relung vaginaku. Tanpa sadar pula aku malah membuka keduabelah kakiku seolah-olah berharap Dodi  menjilat dan menghisap isi vaginaku yang membanjir.
“Sluurrpp… sluurpp.. sshhrrpp..” bunyi yang timbul ketika Dodi  menghisap habis tiap tetes cairan cintaku tanpa sisa.
Sesaat setelah itu seperti terlambat kusadari bahwa Dodi  telah mengambil posisi menindihku, pinggulnya tepat di atas pinggulku yang terbuka, dan tubuhnya di antara kedua kakiku yang masih terpentang lebar.
“Dodi… kamu mau apaaa?..”
“Kak Yaya, Dodi  ngentot kakak sekarang..”bisik Dodi  ke telingaku..Aku terbelalak, dan juga memandangnya dengan tidak suka. Tahulah aku, anak ini hendak menyetubuhiku, sekaligus merenggut kegadisanku
Kehormatanku sebagai wanita yang sesungguhnya hanya lagi tersisa …Keperawananku.
Dan Aku semakin yakin Dodi  sangat menginginkan ini. Aku masih ingin memberikan keperawananku ini pada calon suamiku kelak. Aku merasa amat teledor senja tadi, harusnya aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak terlarut oleh rangsangannya, Namun kini semua sudah terlanjur terjadi. Aku semakin tak punya pertimbangan lagi. dan amat rapuh sebagai seorang wanita. Mengingat kebodohanku dan mudahnya aku rapuh saat ini membuatku meneteskan air mata.
Aku makin terdesak saat kurasakan daging kelaki-lakiannya telah menempel pada kewanitaanku. Sedangkan saat itu tubuhku masih terasa lunglai dan lemas, dan benar-benar tak mampu menghindar lagi. bahkan kedua kakiku yang telanjang begitu lemas ketika ia membukanya lebar-lebar dan menekuk lututku, sehingga bisa kurasakan saat itu kalau kelopakku kewanitaanku langsung bergesekan dengan penisnya tanpa penghalang sedikitpun. Aku hanya mampu menunggu dengan perasaan was-was dan perasaan berdosa yang perlahan menyeruak di antara kesadaranku. Aku sempat menahan nafas .
Aku tahu aku akan kesakitan sebab ini adalah yang pertama bagiku.Dari cerita2 temanku disaat saat melakukan coitus pertama kalinya akan merasakan kesakitan. Apalagi, kulihat kemaluan Dodi  demikian panjang dan besar. Lalu kurasakan dengan perlahan Dodi  mulai mendorong pinggulnya ke arahku berusaha memasuki pintu kemaluan sehingga bisa kurasakan kelopakku tertekan ke dalam..
Namun plett …kepala kemaluannya terpeleset jauh, aku lega tusukan pertamanya luput, kucoba mengeser pinggulku ketika ia mulai mendorong lagi. Dan Dodi  mencoba lagi, plett..yang kedua kali… juga meleset.
“Uhhh…punya kakak sempit sekalii!!!” Ujar Dodi  penasaran bercampur napsu berahi yang makin memuncak.
Aduhhh ibuu… aku seperti terselamatkan ketika ia tak kunjung bisa menembusku. Aku masih berdebar debar dan menahan nafas, dibukanya kedua kakiku makin lebar, bahkan kali ini jemarinya membuka kedua bibir vaginaku dan membantu mengarahkan penisnya tepat pada kewanitaanku. Dodi  mendorong pinggulnya lagi ke arahku sehingga bisa kurasakan ujung penisnya mulai menyelusup seakan membelah kelopak kewanitaanku.
Aku merasa takut… takut sekali. Dan nampaknya kali ini ia akan berhasil memasukiku dan menodaiku!! Akhirnya aku hanya bisa pasrah sambil memejamkan mata menunggu detik-detik ketika penisnya menerobos vaginaku.
“Auuw ..Akhh… auuww..! ” Aku memekik kesakitan sambil meronta ketika batang penis Dodi  mulai memasuki lubang kewanitaanku.
Keringatku bercucuran membasahi tubuhku yang telanjang bulat, keperawananku yang selama ini kujaga mulai ditembus oleh Dodi  tanpa sanggup kucegah lagi. Aku meronta ronta kesakitan… Dodi  yang sudah berpengalaman tak ingin tusukanya luput karena rontaanku segera ia memeluk pinggangku, lalu dengan cepat, ditekan pantatnya kembali kedepan sehingga separuh batang kelakiannya pun amblas masuk ke dalam vaginaku.
“Aakkhhh… !” Aku memekik kesakitan bersamaan dengan jebolnya keperawananku. Hancur sudah kehormatanku di tangan anak kecil itu. Sesaat aku masih meronta ronta pelan, namun karena pegangan kedua tangan Dodi  di pantatku sangat kuat hingga rontaanku tiada arti. Batang penis terus menerobos masuk mengkoyak koyak sisa sisa Perawanku. Tangisanku mulai terdengar lirih diantara desah napas Dodi  yang penuh birahi.Tubuhku yang putih mulus kini tak berdaya dibawah himpitan tubun Dodi  yang kecil .Sesaat Dodi  mendiamkan seluruh batang penisnya terbenam membelah vaginaku sampai menyentuh rahimku, perutku terasa mulas dibuatnya.
Dodi sambil mulai menggoyang pantatnya maju mundur perlahan. Penis Dodi  kurasakan terlalu besar menusuk vaginaku yang masih sempit, setiap gesekan penis Dodi  menimbulkan rasa nyeri yang membuatku merintih rintih. Semakin lama batang penis Dodi  semakin lancar keluar masuk menggesek vaginaku karena cairan licin vaginaku mulai keluar secara alamiah, rasa sakit dikemaluanku semakin berkurang, rintihanku perlahan mulai hilang berganti dengan suara napas yang berirama dan terengah engah.
Bocah nakal ini ternyata memang pintar membangkitkan nafsuku. hisapan hisapan lidahnya pada putingku menyebabkan benda itu makin mengeras saja. Bagaimanapun juga aku adalah manusia normal yang juga punya napsu birahi, sadar atau tidak aku mulai terbawa nikmat oleh permainannya, tak ada guna menolak. lebih baik kunikmati saja persetubuhan ini.
“Ooooh… , oooouugh… , aahhmm… , ssstthh!” .erangan panjang keluar dari mulutku yang mungil.
Akhirnya aku biarkan diriku terbuai dan larut dalam goyangan birahi Dodi. Aku memejamkan mata berusaha menikmati perasaan itu, aku masih sulit percaya membayangkan yang sedang mencumbui tubuhku ini adalah seorang ABG berumur 16 tahun. Penisnya kini mulai meluncur mulus sampai menyentuh rahimku. Aku mengerang setiap kali dia menyodokkan penisnya. Gesekan demi gesekan, sodokan demi sodokan sungguh membuatku terbuai dan semakin menikmati persetubuhan ini, aku tidak perduli lagi orang ini sesungguhnya adalah anak kecil yang sudah merenggut kehormatanku. Darah perawanku kurasakan mulai mengalir keluar membasahi seprai dibawah pantatku.
Rasa sakitku kini mulai hilang. Sambil bergoyang menyetubuhiku bibirnya tidak henti-hentinya melumat bibir dan pentil susuku, tangannyapun rajin menjamahi tiap lekuk tubuhku sehingga membuatku menggeliat geliat kenikmatan. Rintihan panjang akhirnya keluar lagi dari mulutku ketika mulai mencapai klimaks, sekujur tubuhku mengejang beberapa detik sebelum melemas kembali. Keringat bercucuran membasahi tubuhku yang polos itu sehingga kulitku yang putih bersih kelihatan mengkilat membuat Dodi  semakin bernapsu menggumuliku.
Birahi Dodi  semakin menggila melihat tubuhku yang begitu cantik dan mulus itu tergeletak pasrah tak berdaya di hadapannya dengan kedua paha yang halus mulus terkangkang dan bibir kemaluanku yang mungil itu menjepit dengan ketat batang penisnya yang cukup besar itu. Sungguh ironi memang, gadis muda secantik aku terpaksa mendapatkan kenikmatan seperti ini bukan dengan kekasihku, akan tetapi dengan anak kecil yang sedang mencabuliku.
“Ouughh..oohhh… ooohhhh… “Aku merintih halus ketika kurasakan batang penis Dodi  besar masih bersarang di vaginaku sementara ujungnya menyentuh rahimku.
Rintihanku semakin keras saat anak itu mulai melumati buah dadaku sehingga menimbulkan perasaan geli yang amat sangat setiap kali lidahnya memyapu nyapu puting susuku . Kepalaku tertengadah lemas ke atas, pasrah dengan mata setengah terkatup menahan kenikmatan yang melanda tubuhku sehingga dengan leluasanya mulut Dodi  bisa melumati bibirku yang agak basah terbuka itu. Setelah beberapa saat puas menikmati bibirku yang lembut dia mulai menggerakkan tubuhku naik turun.
“Ouuhhh… kak!!! Jepitan vagina kakak enak sekaliii… “suara Dodi  sayup sayup kudengar ditelingaku.Aku tak memperdulikannya lagi, saat ini tubuhku tengah terguncang guncang hebat oleh goyangan pinggul Dodi  yang semakin cepat. Terkadang bocah ini melakukan gerakan memutar sehingga vaginaku terasa seperti diaduk-aduk. Aku dipaksa terus mempercepat goyanganku karena merasa sudah mau keluar, makin lama gerakannya makin liar dan eranganku pun makin tidak karuan menahan nikmat yang luar biasa itu. Dan ketika orgasme kedua itu sampai, aku menjerit histeris sambil mempererat pelukanku.
pinggulku terangkat sedikit aku lakukan itu tanpa sadar karena takut kontol Dodi  terlepas dari cengkeraman vaginaku ternyata nikmat sekali sensasi ini. Benar-benar dahsyat yang kuperoleh walaupun bukan dari pria dewasa. Walau pun masih kecil tapi Dodi  masih mampu menaklukan gadis dewasa sepertiku. Kali ini dia membalikkan badanku hingga posisi tubuhku menungging lalu mengarahkan kemaluannya di antara kedua belah pahaku dari belakang. Dengan sekali sentak Dodi  menarik pinggulku ke arahnya, sehingga kepala penis tersebut membelah dan terjepit dengan kuat oleh bibir-bibir kemaluanku.
“Oooooouh… ouuuhhgh!” untuk kesekian kalinya penis laki-laki tersebut menerobos masuk ke dalam liang vaginaku dan Dodi  terus menekan pantatnya sehingga perutnya yang kurus itu menempel ketat pada pantat mulusku. Selanjutnya dengan ganasnya Dodi  memainkan pinggulnya maju mundur dengan cepat sambil mulutnya mendesis-desis keenakan merasakan penisnya terjepit dan tergesek-gesek di dalam lubang vaginaku yang masih rapat itu. Inilah pengalaman pertamaku dijamah oleh laki laki yang sudah sangat berpengalaman dalam bersetubuh, Walaupun berusaha bertahan aku ahirnya kewalahan juga menghadapi Dodi  yang ganas dan kuat itu. Bocah cabul itu benar-benar luar biasa tenaganya.
Sudah hampir satu jam ia menggoyang dan menyetubuhiku tetapi tenaganya tetap prima. Tangannya terus bergerilya merambahi lekuk-lekuk tubuhku. Harus kuakui sungguh hebat anak lelaki seumur dia dapat bertahan begitu lama dan membuatku orgasme berkali-kali, mungkin karena sebelumnya dia sudah biasa, aah… entahlah.. aku tidak perduli hal itu, yang penting aku sudah ia bikin merasakan kenikmatan ragawi walau harus merelahkan kegadisanku.
Aku pasrah saja ketika tubuhku kembali di terlentangkan Dodi  diatas kasur dan digumulinya lagi dengan penuh birahi. Rasanya tak ada lagi bagian tubuhku yang terlewatkan dari jamahannya. Dodi  terus melakukan gerakan maju mundur beberapa kali, yang awalnya perlahan, lalu semakin cepat dan beberapa menit kemudian
Ougggggh…Kakkkk Yayaaa!!!” Dodi  terpekik nikmat sambil memuncratkan spermanya di dalam rahimku.
Ada rasa hangat didalam rahimku saat ia muncrat itu. Gerakannya semakin melemah lalu ambruk di dadaku. Kemaluannya sudah kembali keukuran semula dan terlepas dari kelaminku, aku lalu mendorongnya ke sampingku. Ia pun rebah di sana. Kini aku berusaha bangun dari rebahan. Aku merasakan rasa sakit dan nyeri di selangkanganku.Benar yang dikatakan temanku bahwa jika telah diperawani untuk pertama kali, akan susah berjalan, aku hanya bisa duduk.
Rasa nyeri mendera liang kelaminku. Saat itu aku melihat lelehan darah segar di pahaku, juga di sprey yang kusut itu.Kesedihan amat mendera sanubariku yang paling dalam.Aku menyesalinya kenapa aku menyerahkan diri pada lelaki lain dan bukan pada suamiku kelak.Aku juga menyesali ketidak mampuan diriku menahan rangsangan-rangsangan yang diberikan Dodi  padaku.Aku sungguh merasa bersalah, ini bukanlah semata mata kesalahan Dodi.
Aku juga andil menyebabkan dia mengambil apa yang bukan haknya. Dalam kesedihanku setelah berhasil di renggutnya kehormatanku oleh Dodi. Aku hanya duduk terdiam di sandaran ranjangku. Dimataku masih ada jejak jejak tangis. Tubuh telanjangku aku tutup dengan selimut tebal. Selain kesadaranku sudah pulih ditambah hawa dingin yang masih terasa.
Aku lihat di sampingku tergolek tubuh hitamnya. Dodi  yang baru saja merenggut kehormatanku. Ia terlihat sangat nyenyak, juga di wajahnya tersirat kepuasan. Di dalam hatiku aku serasa ingin marah dan mengusirnya yang masih tidur di ranjangku.Aku pandangi wajah bocahnya. Mulai dari kepalanya, hingga perutnya yang hitam juga benda panjang yang baru saja mengaduk aduk kewanitaanku.
Dia masih terlelap dan saat itu tubuhnya hanya tidak tertutup apapun juga.Aku heran dia tidak merasakan dingin, sedangkan aku hampir saja menggigil. Aku berusaha untuk tidur, namun rasa nyeri dan agak linu di kemaluanku membuatku susah untuk memicingkan mata. Di saat aku berusaha untuk memicingkan mata Dodi  terbangun. Ia lalu membelai bahuku dan menghembuskan nafasnya yang hangat.Aku sadar ia sepertinya ingin merangsangku kembali. Namun perbuatannya itu aku biarkan saja tanpa menggubrisnya.
Ia semakin meningkatkan rabaanya di bahu dan payudaraku. Aku merinding saat itu, dan berusaha menghalangi dia mencium tengkukku. Usahaku tidak berhasil, malah dia yang semakin berusaha membalikan wajahku untuk berbalik ke arah wajahnya.Dalam keadaan itu akupun terpaksa menghadap wajahnya. Lalu ia raih daguku dan ops…bibirku langsung disergap dengan ciuman.
Tangannya tak tinggal diam, meremas dan membelai buah dadaku. Aku semakin merintih menahan rasa geli dan hangatnya belaian tangan kecilnya. Lalu tangan kirinya turun ke bawah, kearah liang kewanitaanku. Membelai belai klitorisku lalu dengan jarinya tengahnya ia merogoh bagian dalam liang kewanitaanku yang kini sudah tidak perawan lagi. Aku semakin tak kuasa menahan setiap gerakan jarinya. Aku sudah mulai terbakar birahi lagi. Mukaku kembali memerah dan keringat ku kembali timbul, karena aku merasakan tubuhku tidak dingin, kini sudah panas karena birahi.
Dodi beranjak bangun sambil menyingkirkan selimut yang menutupi kami saat itu.Kini tubuhku dan Dodi  sudah sama terbuka. Ia berusaha membuka kedua pahaku kembali dan memposisikan tubuhnya tepat diantara pahaku.Aku tahu ia kembali ingin menghabiskan malam itu denganku dengan melakukan hubungan badan kembali. Dan sepertinya iapun tahu jika aku sudah siap untuk disenggamainya lagi.
Aku kini sudah merasakan tidak ada lagi yang akan aku pertahankan dan semua sudah terlanjur basah. Kini aku cenderung menurut apa yang akan ia lakukan. Malah kini aku membantunya dengan membuka kedua pahaku lebih lebar untuk di masukinya. Kini kami sudah berhadap-hadapan, siap untuk melakukan keintiman. Bertahap dan penuh kehati-hatian Dodi  mulai mengarahkan kemaluannya ke dalam vaginaku. Aku kini merasakan sensasinya amat dalam. Kini aku sudah tidak terpaksa lagi.
Awalnya hanya kepala kemaluannya yang menyentuh bibir liang senggamanku, lalu berangsur semuanya.Aku kini merasakan sentuhan kemaluan Dodi  masuk ke dalam liang vagina hingga menyentuh rahimku. Meski rasa perih dan nyilu masih terasa, namun aku sudah tidak memperdulikannya. Dodi  bergerak maju mundur mengocok dengan teratur. Kini Ia tak tergesa-gesa seperti saat ia pertama kali menjebol kegadisanku. Kali ini begitu penuh perasaan dan kelembutan.
Ketika ia terus memandangi mataku, aku jadi malu sehingga kupejamkan mataku ini. Lalu gerakannya kembali berangsur cepat dan cepat. Aku merasakan ada sesuatu yang akan meledak di dalam kewanitaanku. Aku berusaha menahan rasa itu hingga tanpa bisa aku halangi, kini malah tubuhku serasa mengejang dan otot-otot diseluruh persendianku mengeras.
“Arggggg!!!…diiii” pekikku nikmat
Aku mendapatkan orgasmeku,namun Dodi  masih saja tetap masih dalam gerakan memompa semakin cepat. Tangannya tak tinggal diam sambil meremas kedua payudaraku. Aku semakin tak bisa mengendalikan diri lagi. Aku raih bahunya, dan aku jepitkan kedua kakiku di pinggangnya. Hingga beberapa menit kemudian tubuh Dodi  langsung mengejang dan gerakannya pinggulnya seakan mendorong kemaluannya ke dalam rahimku. Ia seakan ingin memasukan kemaluannya lebih dalam lagi.
Tanpa bisa aku cegah lagi, ia pun menumpahkan air spermanya dalam rahimku. Ia lalu memelukku amat erat, seakan tak mau terpisah dari tubuhku. Keadaan kami masih dalam posisi berdempetan dengan tubuhku di bawah tindihan tubuh kurusnya tanpa melepas ikatan kelamin kami. Dengan tubuh masih basah oleh keringat dan lendir sisa sisa persenggamaan, Aku pun akhirnya tertidur bersama Dodi  sambil berpelukan di ranjangku.
Paginya aku terbangun dan sudah tidak melihat Dodi  lagi di sampingku. Aku berusaha bangkit dari ranjang, baru saja akan menginjakkan kaki di lantai, oh…aku kembali merasakan nyilu di kemaluanku. Dengan tertatih aku berjalan keluar kamar menuju ke kamar mandi dan membersihkan tubuhku dari sisa sisa persebadanan kemarin. Semua lendir dan jejak jejak yang menempel di tubuhku aku bersihkan dengan sabun.
Kemudian aku masuk kamar untuk mengambil pakaian. Kulihat Dodi  sudah berada di dalam kamarku. Ia tampak baru saja mengganti kain sprey yang sudah kotor dan ternoda darah kehormatanku. Ia kemudian membawa sprey itu ke luar kamar dan merendamnya. Tidak lama kemudian ia masuk lagi ke dalam kamarku. Aku kaget dan agak kesal padanya yang seenaknya masuk kamarku dan mengecup bahuku. Ia diam dan malah memandang mataku dalam-dalam.
“kak Yahya marah sama Dodi?”
“Engga.. kakak cuma sedih karena …”
“…keperawanan kakak Dodi  pecahin tadi malam, ya kak..?” sambungnya
“Maafin Dodi  ya kak… Dodi  tidak tahan lagi sudah satu bulan Dodi  ngga ngentot…begitu liat kak Yahya Dodi  jadi nafsu banget.”
“ka.. kamu sudahh sering melakukan ini ,dii?”
Dodi mengangguk. Sudah kuduga anak ini pasti sudah sering sekali melakukan hal ini. Hanya saja aku heran bagaimana mungkin ia leluasa berbuat itu dalam pengawasan Mira. Sungguh teledor sahabatku itu, tanpa sepengetahuannya mungkin saja Dodi  begituan dengan pembantu sebelah atau perempuan apalah, sehingga dalam usia masih dibawah umur Dodi  sudah terlanjur mangenal seks bebas, pikirku.
”Kalau boleh kakak tahu sama siapa kamu sering melakukan itu, di?” Dodi  nanpak terlihat ragu-ragu ketika kutanya hal itu
“Kamu sudah mengambil semua milik kakak tapi memberi tahu hal itu kamu tidak mau”
“Tapi kakak jangan bilang siapa-siapa ya..”
“Ok Kakak janji”
“Betul ya kak, Dodi  takut orang lain tau, Dodi  bisa celaka”ujarnya memelas.
“Bukankah sejak tadi malam kakak sudah jadi istri kamu, seorang istri khan harus menjaga rahasia suaminya ,ayo dii bilang sama kakak” rayuku sungguh aku penasaran siapa perempuan yang selama ini telah tidur dengan pejantan kecil ini.
“Dodi akan kasih tahu kakak siapa dia? …gadis itu ..Kak Sandra”
Aku kaget bukan kepalang, seakan tak percaya apa yang ku dengar dari pengakuan Dodi
“Apaaa??…Sa..Sandraaa? Kamu tidak sedang main-mainkan dii”
“Ngga kak, Dodi  jujur sma kakak sebab Dodi  sayang kak Yaya”
“se..sejakk kapaannn diii?” aku tergagap
Lalu Dodi  menceritakan suatu kisah yang sungguh luar biasa buat kudengar. Tak pernah terbayangkan olehku sahabatku Mira juga telah menyerahkan kegadisannya untuk direngut Dodi  yang kala itu belum genap berusia 16 th. Lebih gilanya lagi hal itu atas permintaan sang calon suaminya, Didit, dan selama satu tahun ini mereka melakukannya nyaris hampir setiap hari, malam-malam Mira diisi dengan persetubuhan panas dengan sang Dodi  si ABG ingusan ini. Didit sendiri lebih puas hanya bermasturbasi di sofa menonton persetubuhan istrinya dengan anak itu. Aku mendengarkan sambil melongo dengan takjub dan napsu birahiku naik menjalar keseluruh tubuhku sepanjang Dodi  bercerita,
”Kakakpun kini sudah tenoda oleh ulahmu tadi malam, kamu tidak akan meninggalkan kakak kan, Fii”
“Tentu kak, Dodi  cinta kak Yaya, Dodi  sayang kak Yaya..Dodi juga mau jadi suami kak Yahya kalo Dodi  sudah cukup umur menikah”
“hi hi.. kecil-kecil pintar ngegombal kamu, Dod. Lantas bagaimana dengan Sandra?” godaku
“mulai sekarang Dodi  akan membagi waktu buat kak Yahya dan kak Mira, Dodi  sanggup kak”
Dodi menunjukan tekatnya padaku, sambil kembali mencium bibirku, aku bahkan kini membalas ciumannya dengan liar.
“kak..Boleh Dodi  malakukannya lagi sama kak Yaya?” bisiknya.
Entah terpengaruh oleh cerita Dodi  barusan atau memang aku sangat ingin Dodi  melakukannya sehingga aku diam saja saat Dodi  membaringkan tubuhku di ranjang. Ia lalu menciumi rambutku yang masih basah karena keramas. Iapun sedang berusaha untuk melepaskan handuk ku. Aku seakan tak berdaya, menolaknya. Dan akhirnya di pagi hari itu, kami kembali mengayuh kebersamaan ragawi bersama.Aku beberapa kali mengalami orgasme. Tubuhku seakan semakin mampu membalas perlakuannya. Kini tak ada lagi rasa sakit di kewanitaanku saat bersebadan. Aku pun sudah tak malu malu lagi memegang alat kelaminnya yang masih kokoh itu. Selama tiga hari aku tak ngantor, kubuat saja alasan sakit.
Selama tiga hari itu pula aku dikekapi Dodi. Aku rela dijadikan budak nafsunya. Celana dalamku tak pernah sempat terpasang lagi. Sepanjang hari kerja kami hanyalah bersenggama, bersenggama dan bersenggama saja. Untunglah makanan selalu tersedia di lemari es Mira sehingga aku tidak perlu keluar rumah. Tak kami sadari saat Mira pulang. Ketika itu kami berdua sedang mengarungi puncak ombak lautan birahi, tentu saja ia memiliki kunci untuk masuk ke dalam rumahnya sendiri.
Persetubuhan kami mendadak terhenti, aku terkejut melihat Mira sudah berdiri di muka pintu kamar .Entah sudah berapa lama ia berdiri di situ melihat perbuatan kami. Bukan main malu sekali rasanya tertangkap basah dalam keadaan seperti itu. Dekapan kami terlepas dan aku mencoba meraih selimut untuk menutup tubuhku yang telanjang. Sementara Dodi  berdiri ketakutan.. kasihan anak itu hanya tertunduk tak berani menatap wajah Mira.
“dii sinii!!” Dodi  mendekat dengan takut-takut dipanggil temanku itu.
Sungguh diluar dugaan Mira malah memagut bibir Dodi  dan Dodi  yang terkejut karena senang membalas menciumnya dengan liar dan akhirnya mereka saling melumat.
“Dod..kakak kangen” ujar Mira manja
“Dodi juga kak, jangan tinggalkan Dodi  lama-lama lagi ya kak”
“iya kakak janji dii”
“Kakak ingin kamu intimi tapi sekarang kamu mandi dulu sepertinya kamu ngga mandi berhari-hari.. ya, mentang-mentang nemu perawan cantik”
Dodi nyengir lalu menghilang ke arah belakang. Kini tinggal aku berdua dengan Sandra
“Sannnd…kamu sudah pulang?” aku berusaha menyapanya meski rikuh.
Aku bertambah salah tingkah saat tiba-tiba Mira tersenyum-senyum nakal.
“hi..hii..hiii.. Yahya sayang, akhirnya kamu ketemu batunya sama Dodi”
“Maaf ya Sand… aku tak bermaksud merebut Dodi  darimu…aku..”
“ngga pa pa kok aku rela berbagi sama kamu..aku sengaja pulang lebih awal karena takut Dodi  direbut perempuan lain karena tak kuat menahan nafsunya. Untung Dodi  menemukan kamu manis.”
“Bener kamu ngga marah Sand?”
Senyum merekah Mira membuatku yakin akan perkataannya.
“Malah aku harus minta maaf telah mengganggu kemesraan kalian Aku suka kamu melakukannya sama Dodi  ketimbang kau digituin sama cowok2 keren tapi ngga mampu ngasih kepuasan sama kamu”
“Sand..apakah aku bakalan hamil?, Dodi  tak pernah sekalipun memakai kondom atau kontrasepsi ketika berhubungan badan denganku.”
“maybe yes..maybe no..hi..hi.hi”
“Sannnd…”
“jangan kuatir Yaya sayang… selama satu tahun kami tak pernah sekalipun menggunakan pengaman saat senggama namun aku tak kunjung hamil meski aku dan Dodi  sangat menginginkannya dan kalau pun kamu hamil anakmu nanti biarlah aku yang mengurus”
Ujar Mira membelai rambutku.
“Sand..”
“ya?”
“ironis sekali, dulu sewaktu smu juga saat kuliah sudah berapa cowok kita campakkan tapi kini kita berdua malah jatuh di kaki seorang anak ABG di bawah umur macam Dodi”
“Dodi memang berbeda dari anak lain seusianya. Bahkan, kalau boleh aku jujur, hanya dengan Dodi-lah, aku mendapatkan kepuasan yang sejati meski cintaku hanya buat suamiku”

LIHAT JUGA  Cerita Sex Pengalaman Bertiga

Sejak saat itu, hubungan antara aku dengan Dodi  tak terpisahkan lagi. Hari-hari kami diisi oleh persetubuhan-persetubuhan yang amat panas. Dodi  berlaku bagai seorang suaminya yang baik, mampu mengiliri aku dan Mira, bahkan terkadang kami lah dibuatnya kewalahan melayani libidonya yang besar. Mira memintaku untuk tinggal bersama serumah dengan mereka dulu. Sebuah kamar baru mereka buatkan untukku, bahkan Mira juga tidak menghalangi apalagi melarang aku untuk berhubungan seks dengan suaminya Didiet. – Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum Terbaru

Artikel Terkait : Cerita Sex Iparku Yang Haus Sex
                           Bocoran Togel Sgp


Nonton Film Bokep >>  Klik Disini  <<
Anda ingin tau Bandar judi Online Yang Paling Ramai dan Terpercaya Saat ini? Klik Bandar judi Poker Online Dan Domino Online

Add a Comment

Your email address will not be published.