Meja13 adalah situs judi online game capsa susun judi bola Menangqq Agen bandar judi Adu Q

Cerita Sex Olahraga Mesum

Dessy anaknya tergolong imut dan manis untuk gadis seumuranya. Entah mengapa, aku ingin sekali ngentot denganya, aku ingin menikmati lubang meqi Dessy, yg kubayangkan pastilah masih sangat sempit. Ooohhh… gairahku kian bergelora karena memikirkan hal itu, Aku mencoba cari cara, bagaimana caranya keperawanan Dessy bisa aku dapatkan dan kurasakan. Kutunggu saja waktu tepatnya dengan sabar. Tak terasa, selesailah film xxx yg sedang kami lihat. Suara Dessy akhirnya memecahkan keheningan.

LIHAT JUGA  Cerita Sex Umum Kenikmatan Kontol Mahasiswa

“Oom, tuh Burungnya berdiri lagi.” kata Dessy sambil menunjuk ke arah batang penisku yg memang sedang tegang.
“Iya nih Dessy, tp biarin saja deh, gimana dengan filmnya?” jawabku santai.
“Bagus kok Oom, persis seperti apa yg papa dan mama lakukan, dan Dessy ada beberapa pertanyaan buat Oom nih.” Dessy sepertinya ingin menanyakan sesuatu.
“Pertanyaannya apa?” tanyaku.
“Kenapa sih, kalo olahraga gituan harus masukin Burung ke… apa tuh, Dessy ngga ngerti?” tanya Dessy.

“Oh itu.., itu namanya Burung dimasukkan ke lubang kencing atau disebut juga lubang meqi, pasti papa Dessy juga melakukan hal itu ke mama kan?” jawabku menerangkan.
“Iya benar Oom, papa pasti masukin Burungnya ke lubang yg ada pada meqi mama.” Dessy membenarkan jawabanku.
“Itulah seninya olahraga beginian Dessy, bisa dilakukan sendiri, bisa juga dilakukan berdua, olahraga ini khusus untuk dewasa.” kataku memberi penjelasan ke Dessy.
“Dessy sudah boleh ngga Oom.. melakukan olahraga seperti itu?” tanya Dessy lagi.

Ouw.. inilah yg aku tunggu.. dasar rejeki.. selalu saja datang sendiri.

“Boleh sih, dengan satu syarat jangan bilang sama mama dan papa.” jelasku.

Terang saja aku membolehkan, sebab itulah yg kuharapkan.

“Dessy harus tahu, jika Dessy melakukan olahraga beginian akan merasa lelah sekali tetapi juga akan merasakan nikmat.” tambahku.

“Masa sih Oom? Tp kayaknya ada benarnya juga sih, Dessy lihat sendiri mama juga sepertinya merasa lelah tp juga merasa kenikmatan, sampai menjerit-jerit lho Oom, malahan kadang seperti mau nangis.” Dessy yg polos rupanya sudah mulai tertarik dan sepertinya ingin tahu bagaimana rasanya.

“Emang gitu kok. Ee…, mumpung masih siang nich, mama Dessy juga masih lama pulangnya, kalo Dessy memang ingin olahraga beginian, sekarang saja gimana?” aku sudah tdk sabar ingin melihat pesona kemaluannya Dessy, pastilah luar biasa.
“Ayolah!” Dessy mengiyakan.

Memang rasa ingin tahu anak gadis seusia Dessy sangatlah besar. Ini adalah hal baru bagi Dessy. Segera saja kusiapkan segala sesuatunya di otakku. Aku ingin Dessy merasakan apa yg belum pernah dirasakan sebelumnya. Kaos singlet yg menempel di tubuhku telah kulepas. Aku sudah telanjang bulat dengan batang kejantananku mengacung-ngacung keras dan tegang. Baru pernah seumur hidupku, aku telanjang di hadapan seorang gadis beDessy berumur 12 tahun. Dessy hanya tersenyum-senyum memandangi batang penisku yg berdiri dengan megahnya. Mungkin karena kebiasaan melihat papa dan mamanya telanjang bulat, sehingga melihatku telanjang bulat merupakan hal yg tdk aneh lagi bagi Dessy.

Kusuruh Dessy untuk membuka seluruh pakaiannya. Awalnya Dessy protes, tetapi setelah kuberitahu dan kucontohkan kenapa mama Dessy telanjang bulat, dan kenapa ceweknya Tarzan juga telanjang bulat, sebab memang sudah begitu seharusnya. Akhirnya Dessy mau melepas pakaiannya satu persatu. Aku melihat Dessy melepaskan pakaiannya dengan mata tdk berkedip. Pertama sekali, lepaslah pakaian sekolah yg dikenakannya, lalu rok biru dilepaskan juga. Sekarang Dessy tinggal mengenakan kaos dalam dan celana dalam saja.

Di balik kaos dalamnya yg cukup tebal itu, aku sudah melihat dua benjolan kecil yg mencuat, pastilah puting susunya Dessy yg baru tumbuh. Baru saja aku berpikiran seperti itu, Dessy sudah membuka kaos dalamnya itu dan seperti apa yg kubayangkan, puting susu Dessy yg masih kuncup, membenjol terlihat dengan jelas di kedua mataku. Puting susu itu begitu indahnya. Lain sekali dengan yg biasa kulihat dan kurasakan dari wanita malam langgananku, rata-rata puting susu mereka sudah merekah dan matang, sedangkan ini, aku hanya bisa menelan ludah.

Toket Dessy memang belum nampak, sebab karena faktor usia. Akan tetapi puting susunya sudah mulai menampakkan hasilnya. Membenjol cukup besar dan mencuat menantang untuk dinikmati. Warna puting susu Dessy coklat kemerahan, aku melihat puting susu itu menegang tanpa Dessy menyadarinya. Lalu Dessy melepaskan juga celana dalamnya. Kembali aku dibuatnya sangat bernafsu, meqi Dessy masih berupa garis lurus, seperti kebanyakan milik anak-anak gadis yg sering kulihat mandi di sungai. Vagina yg belum ditumbuhi bulu rambut satu pun, masih gundul. Aku sungguh-sungguh melihat pemandangan yg menakjubkan ini. Terbengong-bengong aku dibuatnya.

“Oom, udah semua nih, udah siap nih Oom.”

Aku tersentak dari lamunan begitu mendengar Dessy berbicara.

“Oke, sekarang dimulai yaaa…?”

Kuberi tanda ke Dessy supaya tiduran di sofa. Pertama sekali aku meminta ijin ke Dessy untuk menciuminya, Dessy mengijinkan, rupanya karena sangat ingin atau karena Dessy memang sudah mulai menuruti nafsunya sendiri, aku kurang tahu. Yg penting bagiku, aku merasakan Dessyng perawannya dan menyetubuhinya siang ini.

Aku ciumi kening, pipi, hidung, bibir dan lehernya. Kupagut dengan mesra sekali. Kubuat seromantis mungkin. Dessy hanya diam seribu bahasa, menikmati sekali apa yg kulakukan kepadanya.

Setelah puas aku menciuminya, “Dessy, boleh ngga Oom netek ke Dessy?” tanyaku meminta.

“Tp Oom, tetek Dessy kan belon sebesar seperti punya mama.” kata Dessy sedikit protes.
“Ngga apa-apa kok Dessy, tetek segini malahan lebih nikmat.” kilahku meyakinkan Dessy.
“Ya deh, terserah Oom saja, asalkan ngga sakit aja.” jawab Dessy akhirnya memperbolehkan.
“Dijamin deh ngga sakit, malahan Dessy akan merasakan enak dan nikmat yg tiada tara.” jawabku lagi.

Segera saja kuciumi puting susu Dessy yg kiri, Dessy merasa geli dan menggelinjang-gelinjang keenakan, aku merasakan puting susu Dessy mulai mengalami penegangan total. Selanjutnya, aku hisap kedua puting susu tersebut bergantian. Dessy melenguh menahan geli dan nikmat, aku terus menyusu dengan rakusnya, kusedot sekuat-kuatnya, kutarik-tarik, sedangkan puting susu yg satunya lagi kupelintir-pelintir.

“Oom, kok nikmat banget nihhh… oohhh… nikmaattt…” desah Dessy kenikmatan.

Dessy terus merancau kenikmatan , aku sangat senang sekali. Setelah sekian lama aku menyusu, aku lepaskan puting susu tersebut. Puting susu itu sudah memerah dan sangat tegangnya. Dessy sudah merasa mabuk oleh kenikmatan. Aku bimbing tangannya ke batang penisku.

“Dessy, kocok dong Burungnya Oom Agus.” aku meminta Dessy untuk mengocok batang penisku.

Dessy mematuhi apa yg kuminta, mengocok-ngocok dengan tdk beraturan. Aku memakluminya, karena Dessy masih amatir, sampai akhirnya aku justru merasa sakit sendiri dengan kocokan Dessy tersebut, maka kuminta Dessy untuk menghentikannya. Selanjutnya, kuminta Dessy untuk mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, tanpa bertanya Dessy langsung saja mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, aku terpana sesaat melihat vagina Dessy yg merekah. Tadinya kemaluan itu hanya semacam garis lurus, sekarang di hadapanku terlihat dengan jelas, buah klitoris kecil Dessy yg sebesar kacang kedelai, vaginanya merah tanpa ditumbuhi rambut sedikit pun, dan yg terutama, lubang meqi Dessy yg masih sangat sempitnya. Jika kuukur, hanya seukuran jari kelingking lubang meqi nya.

Aku lakukan sex dengan mulut, kuciumi dan hisap meqi Dessy dengan lembut, Dessy kembali melenguh. Lenguhan yg sangat erotis. Meram melek kulihat mata Dessy menahan nikmatnya hisapanku di meqinya. Kusedot klitorisnya. Dessy menjerit kecil kenikmatan, sampai tdk berapa lama.

“Oom, nikmat banget sih, Dessy senang sekali, terussinnn…” pinta Dessy.

Aku meneruskan menghisap-hisap vagina Dessy, dan Dessy semakin mendesah tdk karuan. Aku yakin Dessy hampir mencapai puncak orgasme pertamanya selama hidup.

“Oommm… ssshhh… Dessy mau pipis nich..”

Dessy merasakan ada sesuatu yg mendesak ingin keluar, seperti ingin kencing.

“Tahan dikit Dessy… tahan yaaa…” sambil aku terus menjilati, dan menghisap-hisap meqi nya.
“Udah ngga tahan nich Oommm… aahhh…”

Tubuh Dessy mengejang, tangan Dessy berpegangan ke sofa dengan erat sekali, kakinya menjepit kepalaku yg masih berada di antara selangkangannya.

Dessy ternyata sudah sampai pada klimaks orgasme pertamanya. Aku senang sekali, kulihat dari bibir lubang perawannya merembes keluar cairan cukup banyak. Itulah cairan mani nikmatnya Dessy.

“Oohhh… Oom Agus… Dessy merasa lemes dan nikmat sekali… apa sih yg barusan Dessy alami, Oom…?” tanya Dessy antara sadar dan tdk.
“Itulah puncaknya Dessy.., Dessy telah mencapainya, pingin lagi ngga?” tanyaku.
“Iya.. iya.. pingin Oom…” jawabnya langsung.

Aku merasakan kalau Dessy ingin merasakannya lagi. Aku tdk langsung mengiyakan, kusuruh Dessy istirahat sebentar, kuambilkan semacam obat dari dompetku, obat dopping dan kusuruh Dessy untuk meminumnya. Karena sebentar lagi, aku akan menembus lubang perwannya yg sempit itu, jadi aku ingin Dessy dalam keadaan segar bugar.

Tdk berapa lama, Dessy kulihat telah kembali fit.

“Dessy… tadi Dessy sudah mencapai puncak pertama, dan masih ada satu puncak lagi, Dessy ingin mencapainya lagi kan..?” bujukku.
“Iya Oom, mau dong…” Dessy mengiyakan sambil manggut-manggut.
“Ini nanti bukan puncak Dessy saja, tetapi juga puncak Oom Agus, ini finalnya Dessy” kataku lagi menjelaskan.
“Final?” Dessy mengernyitkan dahinya karena tdk paham maksudku.

“Iya, final.., Oom ingin memasukan Burung Oom ke lubang meqi Dessy, Oom jamin Dessy akan merasakan sesuatu yg lebih nikmat lagi dibandingkan yg tadi.” akhirnya aku katakan final yg aku maksudkan.
“Ooh ya, tp.. Oom.. apa Burung Oom bisa masuk tuh? Lubang meqi Dessy kan sempit begini sedangkan Burungnya Oom.. gede banget gitu…” Dessy sambil menunjuk lubang nikmatnya.
“Pelan-pelan dong, ntar pasti bisa masuk kok.. cobain ya..?” pintaku lagi.
“Iya deh Oom…” Dessy secara otomatis telah mengangkangkan kakinya selebar-lebarnya.

Kuarahkan kepala penisku ke lubang meqi Dessy yg masih super sempit tersebut. Begitu menyentuh lubang nikmatnya, aku merasa seperti ada yg menggigit dan menyedot kepala penisku, memang sangat sulit untuk memasukkannya. Sebenarnya bisa saja kupaksakan, tetapi aku tdk ingin Dessy merasakan kesakitan. Kutekan sedikit demi sedikit, kepala penisku bisa masuk, Dessy mengaduh dan menjerit karena merasa perih. Aku menyuruhnya menahan. Efek dari obat dopping itu tadi adalah untuk sedikit meredam rasa perih, selanjutnya kutekan kuat-kuat.

“Blusss…”

Dessy menjerit cukup keras, “Ooommm… Burungnya sudaaahhh masuk… kkaahhh?”

“Udah sayang… tahan ya…” kataku sambil mengelus-ngelus rambut Dessy.

Aku mundurkan batang penisku. Karena sangat sempitnya, ternyata bibir meqi Dessy ikut menggembung karena tertarik. Kumajukan lagi, kemudian mundur lagi perlahan tetapi pasti. Beberapa waktu, Dessy pun sepertinya sudah merasakan nikmat. Setelah cairan mani Dessy yg ada di lubang perawannya semakin membanjir, maka lubang kenikmatan itu sudah sedikit merekah. Aku menggenjot maju mundur dengan cepat. Ahhh.. inikah kemaluan perawan gadis imut. Nikmat sekali ternyata. Hisapannya memang tiada duanya. Aku merasa keringat telah membasahi tubuhku, kulihat juga keringat Dessy pun sudah sedemikian banyaknya.

Sambil kuterus berpacu, puting susu Dessy kumainkan, kupelintir-pelintir dengan gemas, bibir Dessy aku pagut, kumainkan lidahku dengan lidahnya. Aku merasakan Dessy sudah keluar beberapa kali, sebab aku merasa kepala batang penisku seperti tersiram oleh cairan hangat beberapa kali dari dalam lubang surga Dessy. Aku ganti posisi. Jika tadi aku yg di atas dan Dessy yg di bawah, sekarang berbalik, aku yg di bawah dan Dessy yg di atas. Dessy seperti kesetanan, bagaikan cowboy menunggang kuda, oh nikmat sekali rasanya di batang penisku. Naik turun di dalam lubang surga Dessy.

Sekian lama waktu berlalu, aku merasa puncak orgasmeku sudah dekat. Kubalik lagi posisinya, aku di atas dan Dessy di bawah, kupercepat gerakan maju mundurku. Lalu aku peluk erat sekali tubuh kecil dalam dekapanku, kubenamkan seluruh batang penisku. Aku menegang hebat.

“Crroottt… crrooottt…”

Cairan maniku keluar banyak sekali di dalam lubang meqi Dessy, sedangkan Dessy sudah merasakan kelelahan yg amat sangat. Aku cabut batang penisku yg masih tegang dari lubang meqi Dessy. Dessy kubiarkan terbaring di sofa. Tanpa terasa, Dessy langsung tertidur, aku bersihkan lubang kelaminnya dari cairan mani yg perlahan merembes keluar, kukenakan kembali semua pakaiannya, lalu kubopong gadis kecilku itu ke kamarnya. Aku rebahkan tubuh mungil yg terkulai lelah dan sedang tertidur di tempat tidurnya sendiri, kemudian kucium keningnya. Terima kasih Dessy atas kenikmatannya tadi. Malam pun tiba.

LIHAT JUGA  Cerita Sex Nafsu Tinggi Seorang Dosen

Keesokan harinya, Dessy mengeluh karena masih merasa perih di vaginanya, untungnya Tante Linda tdk tahu. Hari berlalu terus. Sering kali aku melakukan olahraga senggama dengan Dessy, tentunya tanpa sepengetahuan Oom Joko dan Tante Linda.

Add a Comment

Your email address will not be published.