Cerita Dewasa Rosa Seksi Binal

Majalahlendir kali ini menghadirkan cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, foto sex, berjudul “Cerita Dewasa Rosa Seksi Binal” hot terbaru 2016
Waktu bertemu Rosa memakai pakaian blouse kaos ketat you can see dan panjangnya sampai tengah pahanya sehingga paha putih bersih akan terlihat jelas, blouse berwarna hitam putih berbahan tipis dan di bagian atas model tali terkait ke bahunya. (cerita sex terbaru) Blousenya itu mencetak jelas body dan buah dadanya yg berukuran 36B dan dari bokongnya yg nungging terbentuk bulatan penuh menyerupai gunung kembar terlihat celana dalam kecil dan tipis tercetak di blouse bagian belakangnya, paha putih mulusnya jika selagi duduk terlihat celana dalam tipisnya yg berwarna hitam sungguh seksi malam ini.

Cerita Dewasa Rosa Seksi Binal

cerita-dewasa-rosa-seksi-binal
Arif tersenyum senang ketika bertemu apalagi melihat Rosa terlihat seksi kulihat dia beberapa kali mencuri pandang ke Rosa dan ketika kami bertiga berjalan dengan mobil dia beberapa kali berbicara dengan Rosa sambil membalikkan tubuhnya ke belakang karena Rosa duduk di belakang sementara aku terus menyetir mobil menuju ke karaoke di bilangan Harmoni. Kita memang ingin santai terutama aku karena untuk melepas stress akibat pekerjaan, bernyanyi dan tertawa di ruang tertutup tentu lebih enak dan puas.
Cerita dewasa terbaru, Memang benar, dicoba saja walaupun suara anda pas-pasan atau fals, tdk usah anda pikirkan karena semua teman anda tahu bahwa anda bernyanyi dan menikmati suasana untuk melepas beban kerjaan, teriak-teriak saja boleh kok! asal teman anda jangan pada budeg saja jadinya. Kami bertiga masuk keruangan VIP room di VIP ini ada kursi mebel yg panjang berbentuk huruf U kamar tidur tersendiri dan kamar mandi dalam lengkap.
Setelah memesan makanan dengan satu picher bir dan nasgor berikut kentang goreng plus kacang, kami bernyanyi bersama dan kadang sendiri diselang-seling dengan dansa ber-3 dan joged berdua pokoknya semua happy. Setelah selesai makan dan minum kembali bernyanyi setelah melihat suasana telah menghangat aku melihat antara Arif dan Rosa adanya perasaan ingin berbincang tanpa adanya aku, maka aku mengambil inisiatif untuk ke bawah, bilangnya untuk mengambil rokok, padahal tinggal pesan saja ke kamar rokok dapat di antar ke kamar.
Bagaimanapun juga peristiwa yg lalu sudah berlangsung cukup lama sehingga mereka agak cukup riskan juga untuk lebih mengakrabkan suasana yg ada. Ini terlihat ketika beberapa kali Arif berusaha lebih mendekatkan diri ke Rosa dengan posisi duduk Rosa di antara kami berdua terlihat. Arif kadang dengan ragu meletakkan tangannya di pundak Rosa apabila Rosa merebahkan badannya ke sofa, kadang dengan pura-pura bercanda tangannya diletakkan di paha Rosa dan Rosa juga terlihat canggung, kadang mencubit paha Arif kadang merebahkan kepala dan badannya ke pundak Arif dan kepadaku juga dia melakukan hal itu. Akhirnya,
“Aku turun dulu ya… mau ambil rokok di mobil.” kataku.
Kulihat Arif tersenyum,
“Saya kalau bisa Marlboro…” kata Arif.
Rosa hanya tersenyum,
“Yaa sudah saya cariin deh kalau ada warung rokok di seberang jalan,” kataku memberi kesempatan ke mereka berdua untuk waktu yg agak memungkinkan mereka lebih mengakrabkan suasana yg ada karena bagaimanapun Rosa adalah kekasihku dan Arif adalah teman baikku yg sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri.
Aku keluar ruangan dan segera mengambil rokok di mobil dan segera naik kembali ke atas. Aku sengaja tdk masuk ke dalam ruangan, tapi karena kulihat pintunya yg sebagian tengahnya dari kaca gelap maka aku dapat melihat ke dalam. Aku ingin tahu apa mereka telah akrab kembali? Kebetulan di lantai atas suasananya sepi dan dari luar kaca itu aku dapat melihat ke dalam, karena di dalam ruangan itu lampunya dalam keadaan hidup sementara di luar dalam keadaan gelap. Biasanya di dalam dimatikan dan hanya diterangi dari cahaya TV yg menyala.
Kulihat ternyata posisi Arif telah berubah sekarang. Mereka terlihat sedang saling berpelukan mesra. Kulihat tangan Rosa melingkar ke belakang leher Arif, sementara tangan Arif juga memeluk pinggang Rosa. Arif sedang mencium bibir Rosa dan ternyata Rosa membalas dengan menengadahkan kepalanya ke atas. Mereka saling melumat, terlihat dari gerakan kepala Arif dan Rosa yg saling berpindah posisi miring kiri dan kanan dengan penuh emosi mereka berdua tengah saling mempermainkan lidahnya.
Setelah cukup lama maka tangan Arif mulai merayapi lekuk lekuk tubuh Rosa. Kadang tangannya meremas bongkahan bokong Rosa dan perlahan merayap ke atas dan sampai ke gundukan bukit buah dada Rosa dan dengan remasan perlahan tapak tangannya lalu membuat gerakan meremas dan memutar seperti memijat. Ketika Rosa menengadahkan kepalanya ke samping segera Arif menundukan kepalanya ke gundukan buah dada Rosa dan melakukan gerakan mencium buah dadanya dari luar blouse sambil menciumi dada Rosa.
Dari luar, tangan Arif menarik tali di pundak kiri Rosa lalu menarik tali itu ke bawah melewati tangannya karena dia tdk memakai BH. Maka tersembulah buah dadanya bagian kiri dengan daging yg putih mulus dengan putingnya yg telah mengeras di muka Arif. Dengan perlahan lidah Arif menyapu gundukan bukit buah dada Rosa dan kadang menghisap perlahan puting Rosa. Kulihat Rosa memejamkan matanya dan mulutnya terbuka. Aku tdk dapat sama sekali mendengar erangan dan desahan Rosa karena ruangan itu kedap suara dan juga adanya suara lagu-lagu yg terus berputar di ruangan itu.

LIHAT JUGA  Cerita seks Kocokan Hot Anak Sekolah

Tapi itu tdk menghalangi keinginanku untuk terus melihat dari luar tanpa berusaha untuk masuk ke dalam kamar karena aku sudah berjanji kepada Arif bahwa aku akan membagi semua milikku kepadanya termasuk kekasihku dan aku akan ceritakan di lain kesempatan bagaimana Arif juga memberikan adiknya kepadaku. Rosa telah birahi, dia menggelinjangkan badannya ketika Arif terus menghisap putingnya. Sementara tangan kanannya mengangkat pinggul Rosa ke atas dan Rosa dengan pasrah mengikuti gerakan tangan Arif yg mengangkat blouse ketat Rosa ke atas. Blouse itu berhenti di atas pinggulnya sehingga sebagian pinggulnya yg putih mulus itu telah berada di dalam genggaman tangan Arif.
Tangan itu terus mengusap dan membelai paha jenjang, sementara celana dalam hitam Rosa yg tipis terlihat jelas dan gundukan daging liang kemaluannya tercetak di kain penutup celananya juga terlihat remang-remang bulu-bulu kemaluannya keluar dari atas celana dalam mini Rosa. Tangan Arif yg kiri kulihat membuka reitsleting celana jeansnya dan kulihat tangannya mengeluarkan kejantanannya yg ternyata telah menegang dan besar lalu mengarahkan tangan Rosa untuk memegang batang kejantanannya. Rosa dengan perlahan memegang batang kemaluan tersebut, dan secara perlahan lama kelamaan mulai mengurut batangan itu ke atas ke bawah dan mereka berdua terus memberikan rangsangan kepada lawannya masing-masing.
Tangan Arif kadang meremas bongkahan pantat Rosa dan meremas pinggul Rosa. Sementara Rosa tangannya terus mengurut batang kemaluannya ke atas ke bawah. Cukup lama mereka melakukan hal itu. Kurasa mereka berdua saling mendesah dan mengerang terlihat dari gerakan bibir dan mulut Arif dan Rosa yg kadang terbuka dan tertutup. Kadang mereka saling bicara diselingi ciuman mesra layaknya orang bercumbu penasaran dan cemburu pasti ada pada diriku tapi dorongan untuk melihat tindakan mereka berdua lebih kuat di otakku saat ini.
Blouse Rosa, tali dipundaknya telah terlepas kedua-duanya ke bawah sehingga blouse tersebut kini terlipat di tengah badan Rosa, bibir dan lidah Arif berganti-ganti mengisap dan melumat bukit dada Rosa kiri dan kanan membuatnya mengerang dan menggelinjang badannya. Kulihat Arif berkata sesuatu ke Rosa dan tangan Arif mengangkat Rosa ke pangkuannya kulihat Arif duduk menyandarkan badannya ke belakang.
Sementara Rosa duduk di pangkuan Arif, dengan mesranya tangan Arif meremas bongkahan pantat Rosa sementara mulut mereka berdua saling lumat saling bermain lidah dan kadang tangan Arif keduanya meremas kedua bukit dada Rosa dan Rosa pun karena terangsang mulai menggerakkan perlahan pinggulnya maju mundur. Rupanya batang kemaluan Arif tengah digesek-gesekkan ke belahan kemaluan Rosa walaupun Rosa tetap memakai celana mininya yg tipis, tapi aku yakin Rosa merasakan gesekan batang kemaluan Arif di belahan kemaluannya.
Tak kumengerti kenapa Arif tdk melepas celana dalam Rosa yg tipis dan kecil itu padahal tinggal menarik atau menggeser sedikit tutup kain tipis kecil penutup belahan kemaluan Rosa, maka liang kemaluan Rosa akan terbuka di hadapannya dan tentu batang kemaluan besar itu dapat menerobos belahan liang kemaluannya. Hanya terlihat tangan Arif masuk ke dalam celana Rosa di bagian pantat dan hanya dengan menggeser kain tipis pada pantat Rosa.
Jemari Arif dengan leluasa meremas bongkahan pantat Rosa. Saya hanya bermasturbasi ria sambil menonton atraksi yg menggairahkan itu. Rosa terus bergerak di pangkuan Arif, kedua tangannya merangkul leher Arif sehingga bukit buah dada Rosa tepat berada di muka Arif. Sementara gerakan pantatnya maju mundur memberikan gesekan pada belahan kemaluannya kadang kepalanya tertunduk dan membuat bukit dadanya menekan muka Arif saat itu Arif memberikan sapuan pada bukit tersebut dengan lidahnya. Pada saat kepalanya terlempar ke belakang,
Arif meremas buah dada itu dengan tangan kanannya melakukan gerakan memuntir perlahan puting Rosa. Sementara tangan kirinya menyelinap ke belakang bongkahan bokong Rosa dan membantu menggerakkan pinggul Rosa maju mundur berirama kadang cepat kadang dengan gerakan lembut. Lidah dan mulutnya tak kalah sibuk terus melumat dan menjilati sekujur dada, leher dan muka Rosa seperti mandi kucing.
Kurang lebih 15 menit mereka berdua bergerak seperti penari erotis dan akhirnya Rosa sepertinya telah ejakulasi dengan keluar air kenikmatannya, terlihat dari gerakannya yg perlahan dan lemas dibahu Arif. Arif berbisik dan lalu merebahkan Rosa ke kursi panjang itu dengan posisi tetap seperti dalam pangkuan. Maka ketika direbahkan ke kursi posisi Rosa dalam keadaan tertindih dengan kakinya yg tetap mengangkang lebar. Sementara kedua paha Arif berada di antara paha Rosa. Batang kemaluan Arif dalam keadaan menegang tetap berada di belahan kemaluan Rosa yg ditutupi celana mini tipis itu.
Cerita Dewasa Rosa Seksi Binal
Tangan Rosa memeluk leher Arif dan bibir mereka kembali saling berpagutan dan terlihat mereka berdua saling bermain lidah. Sementara tangan Arif tak lepas dari meremas dan membelai bukit buah dada Rosa. Lalu Arif berkata sesuatu ke Rosa dan kulihat Rosa menggelengkan kepalanya. Yak lama kemudian Arif perlahan mulai menggerakkan pinggulnya naik turun. Kulihat gerakan itu teratur bergerak naik turun dan kadang menekan. Sementara Rosa menengadahkan kepalanya ke atas.
Aku tdk tahu apa mereka bersenggama atau hanya eges-eges (gesek gesek) tapi celana dalam Rosa tetap berada pada tempatnya. Kalau melihat gerakan mereka persis seperti orang bersenggama tapi kok celana itu? Arif terus bergerak maju mundur membuatku penasaran dan batang kemaluanku tegang sendiri. Memikirkan itu aku panik juga bagaimanapun dia itu adalah cewekku tapi ini kami lakukan hanya untuk untuk membuat dia senang dan mengisi kekosongan di dalam suasana yg BT.

LIHAT JUGA  Cerita Sex Guru Private

Untuk itu aku harus memastikannya aku segera membuka pintu perlahan, tapi ternyata mereka berdua tdk mengetahuinya, pasti karena suara lagu yg diputar cukup keras sehingga mereka tdk tahu dan menyadari adanya kehadiranku di belakangnya. Dengan berdiri di belakang mereka aku dapat melihat jelas Arif posisinya dengan bersandarkan pada kedua sikunya sehingga tubuhnya tdk menghimpit badan Rosa tapi buah dada Rosa tetap saling berhimpitan dengan dadanya. Sedangkan bagian bokong Arif terus melakukan gerakan memajukan dan menarik pantatnya.
Kulihat Rosa mengerang dan mendesah perlahan, tapi aku tdk dapat melihat apakah celana dalam Rosa digeser kain penutup depan bagian liang kemaluannya atau tdk karena terhalang oleh body Arif yg tinggi besar, dan memang celana itu tetap berada di tempatnya hanya merosot sedikit ke bawah. Terlihat tali celana itu tdk lagi berada di pinggangnya tapi telah berada di pinggul. Penasaran melihat mereka akhirnya aku merasa yakin mereka hanya gesek- gesek, maka aku rebahan di kamar tidur kurang lebih sepuluh menit aku rebahan menenangkan diri. Ketika telah tenang otakku akhirnya kupanggil Rosa ke dalam, “Rosvv…” kataku. Tak ada jawaban ,
“Rosvvvv…” kataku lagi.
“Yaa…” kata Rosa menjawab.
Aku rasa dia berdua kaget kalau aku ternyata telah di dalam. Rosa ke dalam dan tersenyum malu dengan wajah merah.
“Kenapa sayang…” kata Rosa sambil memelukku. “Kamu tadi ngapain…” kataku menyelidik sambil memandangnya gemas.
“Kamu kan lihat sendiri…” kata Rosa.
“Kamu tidur sini…” kataku menarik dia rebahan di tempat tidur.
Tanpa buang waktu ketika dia belum rebahan kulepas baju kaosnya sehingga tinggal celana dalam mininya. Perlahan kujilati buah dadanya, terasa wangi permen menthol. Memang di depan disediakan permen, tapi terus saja kulumat putingnya. Dia mengerang dan rupanya dia tdk sabar, segera menarik kaosku ke atas serta segera melepaskan celana panjang dan celana dalamku. Rupanya pemanasan yg dilakukan tadi di luar bersama Arif terlalu lama membuatnya sudah ingin untuk bersenggama.
Kejantananku yg sudah menegang segera dipegangnya lalu dihisap dan dilumat ke dalam mulutnya. Kurasa dia begitu terangsang birahinya karena dalam melumat batang kemaluanku semua ditelannya sampai mentok di tenggorokannya. Kadang bijiku dihisap dan lidahnya bermain di sekujur batang kemaluanku sampai ke buah zakarku dijilatinya. Lidahnya terus bermain-main di ujung kepala kemaluanku dan menggeser-geser belahan lubang kencing kemaluanku. Rasanya…
“Uuufff aakkhhh…” desahku.
“Gila banget! Kamu sudah konackhh ya.. Ginnn…” erangku keenakan dan terasa geli kadang meriang (coba saja hal itu dengan pasangan anda pasti meriang itu badan).
Gila juga Rosa kalau sudah panas dia seperti orang di padang pasir. Habis semua kemaluanku dilumatnya, sementara kulihat dicelananya ada gumpalan cairan membasahi kain celana penutup belahan kemaluannya, seperti bulatan. Rupanya dia sudah banjir dari tadi atau bekas air mani Arif? Penasaran aku tanya dia,
“Kamuuu tadi gituan yaaa…?” tanyaku penasaran.
“Emmmhh… emmhhhff…” dia tdk menjawab hanya terus melumat batang kemaluanku lebih kuat lagi.
Digigitnya kepala kemaluanku pelan dan gemas, “Akkhhh… gilaaa kamuuu…” kataku. Batang kemaluanku mengeras kuat seperti besi balok. Kubiarkan dia memuaskan hasratnya melumat habis kejantananku dari ujung sampai pangkalnya. Momen ini kunikmati dan segera kubuka celana dalamnya, ternyata kemaluannya telah basah dan lembab. Saat kubelai belahannya masih terasa rapat, jadi mungkin dia belum sampai sejauh itu, pikirku.
“Kamu di atas Ros…”
kataku menarik badannya ke atas menduduki pinggangku. Perlahan dengan tangannya yg menggenggam batang kemaluanku mulai diarahkannya ke lubang kemaluannya. Kepala kemaluanku perlahan ditekan dengan bibir kemaluannya dan perlahan membelah bibir kemaluannya yg telah basah membuat lebih mudah kepala batang kemaluan itu menyusup belahannya. Terus Gina menekan ke bawah pinggulnya dan,
“Akhhh…” erang Rosa.
“Enaaakkk… aduuhhh pelan-pelan, enakkk…” desahnya.
“Uufff… yaa enaakk…” desahku keenakan.
Pelan-pelan batang kemaluanku makin lama makin tenggelam ke dalam liang kemaluannya.
“Akkkh… masuuukkk… ookkhh penisllu… akkkggg… ennnakkkk…” erang Gina terpejam.
“Gilaaa… liang kemaluan kamuuu… masih rapat Ginnn…” kataku sambil menghentakkan pinggulku ke atas dan menariknya ke bawah perlahan seperti slow motion berulang kali.
Setelah sepuluh kali dengan gerakan itu, terasa telah dengan bebas dan mantap terkendali kemaluanku menyodoknya. Lama kemudian gerakan batang kemaluanku makin mantap menyodok liang kemaluan Gina. Dengan sepenuh tenaga kugerakkan pinggulku naik turun tanpa henti sebanyak dua puluh kali membuat Rosa berteriak sambil matanya terpejam histeris,
“Aaakk.. akhhh.. akkkhh… oohhkkk… aahhh.. uufff… aduhhhh… giilllaa… aahhh… aadduuhh…”
terengah Rosa. Sangat bergairah dia dengan gerakanku membuatnya membalas gerakanku dengan hentakan kasar. Rosa segera menghentakkan pinggulnya cepat kadang dia melakukan gerakan memutarkan pinggulnya sehingga terdengar bunyi
“Brreeoott… brreettt… brreeeoott…” Rupanya telah banjir sekali di dalam liang kemaluannya tapi dinding kemaluannya tetap menjepit batang kemaluanku.
“Luar biasa, gila kamuuu hot bangetttt.. Ginnn…” kataku.
“Gue mauuu yg kuattt… yg kuattt nekannya ahhkkk.. yg panjang penisnyaa… akkkhh terusss ngentotin penisnya… akkgg…” erang Rosa histeris.
Kurasa Arif juga mendengar erangan Rosa karena pintu kamar tdk kututup ketika Rosa masuk tapi biar saja dia terangsang, pikirku. Selang lima belas menit ternyata gerakannya makin panas saja. Habis sudah kemaluanku dihisap ditarik di dalam liang kemaluannya. Sementara badannya telah keringatan,
“Aahh… aaahhkkk… uufff… ennaakk…” desah kami berdua.
Kadang aku sengaja mengangkat pantatku tinggi-tinggi dan dia menekan kemaluannya makin ke bawah terus pinggulnya berputar-putar sehingga terdengar bunyi
“Breeet brett brrett…” Terasa panas di sekitar batang kemaluanku.
Kuat juga aku telah dua puluh menit dengan gerakan yg membuat keringat membanjir tapi sampai saat ini belum terasa juga kalau air maniku akan keluar. Biasanya yaaa dengan gerakan yg seperti biasa paling lama sepuluh menit keluar air maniku. Mungkin karena aku ingin membuktikan bahwa aku juga bisa kuat dari teman baikku. Yg jelas batang kemaluanku dalam keadan stabil menegang terus dan gerakanku tdk berubah. Kadang lembut dengan hentakan yg kuat dan kasar dengan gerakan memutar dan mengocokkan batang kemaluanku terasa seperti membor lubang kemaluannya dan ternyata Rosa menyukai gerakan dan hentakan yg kulakukan.
“Giiilaaa.. kamu kuat sekali… tumben tuh… oohh gue puaasss…” desah Rosa keenakan dengan tersenyum puas.
“Ya sudah lama ya Ros, nggak beginii…” desahku.
Karena tdk keluar-keluar juga ini air mani, akhirnya kami kecapaian sendiri. Dalam keadaan terengah-engah keenakan kami berhenti sebentar. Akhirnya aku tanya ke dia,
“Bagaimana kalau kita istirahat dulu Ros..” ternyata dia mengangguk setuju dengan muka memerah dan keringat di dahinya menetes.
Aku usul lagi,
“Kita keluar yukk… Ros.. kasihan Arif… sendiri di luar,” kataku.
Tanpa bertanya lagi Rosa lalu melepas segera batang kemaluanku dari lubang kemaluannya. Rupanya dia juga belum tuntas dan keluar dari kamar berjalan dengan telanjang bulat. Dia keluar sendiri, sementara aku menjadi bengong. Ternyata Rosa tanpa bertanya lagi keluar kamar dalam keadaan badan telanjang bulat. Gillaa! sudah konak dia rupanya. Beraninya dia telanjang bulat menemui Arif di ruang depan. Aku tersentak, segera ke kamar mandi mencuci kemaluanku yg telah basah oleh karena air kenikmatan dari liang kemaluan Rosa. Di kamar mandi aku berpikir ngapain Rosa di luar bersama Arif, tentunya Arif terkejut dengan kehadiran Rosa yg telanjang bulat di hadapannya. Setelah cukup lama di kamar mandi membersihkan diri sekitar kemaluanku. Perlahan aku keluar kamar dan berdiri di pintu.
Kulihat sesuatu yg telah membuat aku terkejut. Gila! aku jadi terangsang sendiri melihatnya. Rosa ternyata dalam posisi yg sangat seksi sekali. Mungkin Rosa telah tinggi birahinya. Sepertinya telah terangsang penuh birahinya dan tanpa malu dan ragu lagi dia dalam posisi menungging. Dalam posisi menungging di atas kursi dalam keadaan telanjang bulat. Terlihat tubuh putih mulusnya dengan lekuk tubuhnya, bokongnya putih mulus dan pinggul yg cukup besar pinggangnya yg ramping. Bokongnya yg tinggi ke atas dan buah dadanya menjuntai keras membentuk bulatan dengan putingnya yg telah mengeras, rambutnya yg hitam dan panjang lurus sebagian tergerai kesampingnya, sebagian lagi menutupi pundaknya yg halus dengan bulu-bulu halus di sekitar pundaknya menambah seksi posisinya.
Sementara tangan kiri Arif mengusap dan membelai serta kadang meremas bongkahan pantat Rosa yg sedang menungging itu. Tangan kanan itu meremas buah dada Rosa dengan remasan perlahan dengan jemari menjepit puting Rosa. Arif telah menarik celananya sendiri berikut celana dalamnya ke bawah di antara lututnya. Batang kemaluannya terlihat menegang keras dan besar dengan bulu-bulu kemaluan yg berwarna hitam. Sedangkan kepala kemaluannya berwarna merah dengan diameter ukuran botol Aqua 600 ml.
Cerita Dewasa Rosa Seksi Binal
Ukuran batangnya panjang 23 cm, diameter batangnya 6 cm. Terlihat kepala kemaluannya tengah dicium-cium oleh bibir Rosa. Rosa ternyata sedang asyik menciumi kepala batang kemaluan dan belahan air kencingnya. Dengan posisi menungging, dalam keadaan telanjang bulat, perlahan-lahan mulut itu menelan kepala dan batang kemaluan itu. Hampir tdk muat mulut Rosa menelan kepala itu. Mulutnya harus membuka selebar-lebarnya dahulu baru dapat mengulum batang kemaluan Arif. Perlahan dan tak lama kemudian terlihat kepala Rosa naik turun ke atas ke bawah dan kadang lidahnya menjilati batang kemaluan Arif yg besar.
“Aahh Gooddhhh…” desah Arif terpejam keenakan.
Sementara Rosa hanya mengerang karena tangan Arif terus memberi remasan di sekitar kemaluannya. Terlihat tangan kiri Arif menyusup dari bawah badan Rosa dan berhenti jemarinya ketika berada di belahan selangkangan paha Rosa. Jarinya bergerak membelai belahan kemaluan Rosa yg telah basah. Setelah kurang lebih lima menit menyaksikan adegan yg mendebarkan jantung, perasaanku berdebar kencang karena terangsang.
Aku benar tdk sabar melihat adengan itu. Kemaluanku mengeras kembali malah lebih keras dari yg tadi pada saat bersenggama di dalam kamar. Dalam keadaan telanjang bulat dengan batang kemaluan menegang aku menghampiri mereka. Kulihat mereka kaget,
“Uupppss…” kata Arif kaget.
“Sorry gue nggak tahan…” kataku.
Tanpa permisi lagi kuambil posisi di belakang bokong Rosa yg polos dan dengan berjongkok di belakang Rosa, mulutku langsung menjilati kemaluan Rosa. Ternyata Arif hanya tersentak sedikit tapi dia terus malah mengangkangkan kakinya lebih lebar sehingga belahan kewanitaan Rosa itu lebih terkuak membuka, sehingga klitorisnya terlihat dan segera kujilati klitorisnya dan kumainkan lidahku di sekitar klitorisnya.
“Aakkhh emhhff ahhh mmhhh aauufff… ahh…” desah Rosa dengan kepalanya yg makin cepat bergerak naik turun di selangkanganku.

LIHAT JUGA  Cerita Sex Melayani Tante Liar Dua Ronde

Sementara tangan keduanya telah meremas buah dada Rosa. Terus kumainkan belahan liang kemaluannya dan kadang lidahku menerobos masuk ke dalam belahannya terus mengkilik-kilik sekitar klitorisnya yg terlihat memerah. “Emmhhpp… emmppphh… ahhh…” dia mengerang keenakan. Kurasakan dia menggerakan pinggulnya dengan irama dangdut, yaitu menggerakkan perlahan bokongnya serta meliuk-liukan badannya dan berkedut-kedut liang kemaluannya,
“Emmfff… mmmbhh…” kadang badan Rosa di angkat ke atas dengan cara menekan buah dada Rosa ke atas.
Ketika itu bibir kami berdua saling berpagutan desahnya tdk tahan lagi dan terus tangannya mengarahkan kepala kemaluanku ke dalam lubang kemaluannya dan perlahan,
“Ahhkkk… aah ahhh… oohhh… ennaakknyaaa…” erang dan merintih dalam kenikmatan kemaluanku masuk perlahan.
Tak lama batang kemaluanku dalam hitungan detik tenggelam sudah di dalam liang kemaluan Rosa yg telah basah dan hangat dinding liang kemaluannya.
“Aahh… aahhh… aahhkk… dorong yg kerass.. ahk yaaa… aahkkk dorong terusss…. yyaa… ahkk tekan yg dalammm… eennaakhh…” rintih Rosa sambil terus mengikuti gerakan dorongan pinggulku yg menghentakkan batang kemaluanku seluruhnya ke dalam lubang kemaluannya.
“Bleeppss… sleepss… bleebss… slleeppss bblleppss… slleppsss…”
“Aahhh… aahhh aahh eenaaknya… kamuuu… gilaa luaarr biasaa… enakkk ngentotin kamu Giinnn… akkhh…” erangku kenikmatan terasa hangat batang kemaluan.
Dengan posisi kuda-kuda yg sangat mantap kakiku terasa menapak bumi tdk bergeser dalam menggerakkan pinggulku maju mundur sehingga pusat tekanannya dapat kupusatkan kepada batang kemaluanku yg terus menggenjot atau menggelosor keluar masuk belahan liang kemaluannya. Dengan gerakan seperti menyalurkan tenaga dalam maka nafasku dari seputar perut kuatur semua gerakanku sehingga gerakan yg terjadi bukan melalui pikiran tapi telah digerakkan secara otomatis melalui sekitar pinggulku nafasku perlahan dalam satu kali tarikan nafas, aku dapat menghujamkan kemaluanku sebanyak tiga kali atau bisa sampai tujuh kali. Pada saat melepas nafasku, keluar gerakan kulakukan berputar sekitar pinggulku, sehingga otomatis batang kemaluanku melakukan gerakan berputar dua atau berkali-kali di dalam liang kemaluannya.
“Aahkkk… akhh… gilaaa… gilaaa… akkhhh… akhhh… gilaaa… enakk… enaakk… ahhh… uuuff… adduhh… enaknyaaa… aaookhhh…” Rosa merintih dan mengerang.
Arif melihat kepadaku dengan pandangan tdk percaya kalau aku dapat melakukan gerakan seperti itu yg membuat Rosa kelojotan dan bergetar seluruh persendian badannya. Baru tahu dia, pikirku tersenyum kepadanya dan rupanya membuatnya menjadi terangsang. Kulihat matanya saat itu terbelalak ketika melihat batang kemaluanku keluar masuk teratur dengan nafas yg teratur juga. Batang dan kepala kemaluannya memerah dalam cengkeraman tangan Rosa. Batangnya makin lama makin mengeras, karena Rosa makin lama dia tdk dapat mengcengkeram diameter batang kemaluan itu. Rosa makin mempercepat gerakan tangannya menarik dan melakukan gerakan memutar atau seperti memelintir batang itu. Ternyata Rosa hanya tahan sepeluh menit di dalam menghadapi adukan batang kemaluanku yg mengamuk di dalam liang kemaluannya hingga dia melenguh dalam rintihan,
“Aahhh… aakkhhh… ooohhhh gueee keluaarr…” badannya bergetar hebat dan matanya terpejam dan mulutnya terbuka menganga lebar.
Arif terpaku memandang Rosa yg ejakulasi dengan badan yg bergetar dan akhirnya Arif rupanya tdk tahan melihat keadaan yg ada di hadapannya dan yg juga terjadi pada batang kemaluannya. Sehingga matanya membelalak dan lalu terpejam,
“Aahhkk aaahhh… ahhkkk…” keluar air maninya di dalam genggaman tangan Rosa.
Air mani itu meleleh di jari-jari Rosa.
“Ha.. haa haa…” aku tersenyum penuh kemenangan.
Kalah lama dia karena aku sendiri belum apa-apa saat ini. Setelah Rosa mengelap tangannya dengan tissue basah, kutarik dia untuk gantian duduk di atas pangkuanku. Dengan posisi saling berhadapan kemaluanku menghujam kembali ke dalam liang kemaluannya dan gantian dia yg bekerja dengan gerakan memutarkan pinggulnya dan gerakan memaju-mundurkan bokongnya dan kadang kurasa liang kemaluannya berdenyut-denyut seperti menghisap batang kemaluanku. Rupanya dia ingin membuatku keluar juga air maniku. Setelah lebih kurang sepuluh menitan dia membuat batang kemaluanku kerja keras. Kulihat dia juga telah mau keluar lagi mengerang. Dia,
“Aahhkk… akhh ahhh gue mauuu keluaarrr… lagii… samaa-samaaa kamuuuu keluarrr jugaa… yaaa…” erang Rosa.
“Aahhh yyaaa barenggg Ros… guee juga ampirrrr… keluarr… aahhkk aakkhh… yaakkk keluuaaarr… ahkkk akhh…” erang Rosa dan aku bersamaan,
“Aahhh… giilaa…. eenaakk… puasss gueee,” rintih Rosa.
Keluar sudah dan tuntas birahi yg menghimpit dan menggunung di dada ini. Ada barangkali lima semprotan air maniku keluar membasahi seluruh rongga dalam liang kemaluannya sampai akhirnya kulepas batang ini. Puas sekali. Setelah berbenah diri, mencuci dan membersihkan bekas-bekas yg ada dan ternyata kami telah memakai ruangan itu selama tiga jam dan habis total cuma Rp. 375.000 untuk semua all in, siiplah. Cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita Dewasa Rosa Seksi Binal” hot terbaru 2016

Add a Comment

Your email address will not be published.